Saturday, October 12, 2013

Alhamdulillah pernah berhasil bikin paperquilling :)


Bismillahirrahmanirrahim,

Paperquilling. Kalau saya harus menjelaskan apa itu paperquilling, saya hanya bisa berkata bahwa itu adalah salah satu seni menggulung kertas dan termasuk salah satu karya kerajinan tangan. Haha saya juga ga ngerti gimana jelasinnya yang baik dan benar (>.<)v

Awal mula saya kenal paperquilling adalah ketika saya secara tidak sengaja menonton acara di Trans TV (kalau tidak salah acara Jelang Siang) beberapa tahun lalu (sekitar tahun 2009 waktu saya semester dua). Di acara tersebut, ada liputan mengenai seorang ibu yang membuat hiasan dan menjualnya dengan harga yang lumayan, dan disebutkanlah kata paperquilling dari mulut si ibu tersebut.

Karena melihat bahwa paperquilling itu sangat keren dan menarik bentuknya, akhirnya saya langsung browsing internet untuk cari tau lebih lanjut. Dan ya, ternyata di luar negeri seperti Amerika dan Inggris, udah banyak juga yang melakukan kreasi ini. Saya langsung merasa excited membuka satu persatu link yang ada untuk melihat-lihat berbagai karya paperquilling. Sampai akhirnya saya menemukan tutorial dan berbagai kreasi bentuknya :D

bentuk paperquilling yang bisa dihasilkan

keisengan paperquilling pertama saya

Tapi, rasa excited saya tertahan sampai disitu. Kesibukan kuliah saya membuat saya melupakan paperquilling, dan merasa puas dengan hanya sekedar tau tentang paperquilling.

Kemudian, suatu hari di tahun 2010, saya bersama teman saya mengunjungi toko buku untuk sekedar melihat-lihat ada novel bagus apa yang sedang terbit. Tiba-tiba, ketika saya melewati rak buku-buku hobi, saya menemukan buku paperquilling. Wah! Rasa senang dan antusias saya kembali menghampiri kala itu. Rasanya mau beli buku itu banget! Tapi sayangnya, saya ga bawa duit (harganya Rp30,000an) :(, dan teman saya bersedia membelikan buku tersebut sambil berkata,

"gue mau kok beliin lo buku itu..asalkan lo janji kalo lo akan memanfaatkan buku tersebut dan membuat karya paperquilling. Jangan cuma dibeli terus jadi sia-sia'

Saya pun menyetujui dan berkata akan menggunakan buku itu insya ALLAH. Dan terbelilah buku pertama saya mengenai paperquilling (sekarang saya punya satu buku lagi yang saya beli sendiri di tahun 2011)

tiga buah paperquilling kecil sebagai pemanis amplop di pojok kiri atas

iseng menempelkan paperquilling di batang kurma

Singkat cerita, setelah terbelinya buku pertama tersebut, saya hanya membaca dan merasa tidak punya waktu luang untuk membuat karya paperquilling. Begitupun ketika saya sudah membeli buku kedua. Sampai akhirnya, teman saya yang membelikan saya buku paperquilling sudah lulus wisuda (2012). Saya merasa bersalah karena tidak menepati janji menghasilkan karya paperquilling walau hanya satu saja :(

Kesempatan untuk menunjukkan bahwa saya memang berminat melakukan paperquilling kepada teman saya akhirnya datang sekali lagi. Sebelum benar-benar berpisah dari kebersamaan di kampus, saya mengatur waktu untuk bertemu dengannya (kebetulan momen waktu itu adalah, dia akan berangkat ke Cikangkung untuk mengikuti Gerakan UI Mengajar). Disitu saya menyerahkan sebuah kertas dengan karya paperquilling saya, sekalian sebagai bentuk perpisahan.

foto sebelum karyanya selesai. nantinya, di bawahnya ada tulisan "Pluck Makes Luck" dengan spidol merah

Sudah setahun lebih berlalu setelah terakhir kali saya membuat karya paperquilling (Iya, saya belum bikin lagi karena saya "merasa" tidak ada waktu untuk buatnya). Sebenarnya, yang saya ragukan dari paperquilling ini adalah, saya tidak tau sarana menaruh karyanya. Kalau flanel, saya sudah tau bahwa flanel bisa dibuat gantungan kunci, bros, atau jahitan pada baju. Tapi kalau paperwuilling, saya belum tau hasilnya akan jadi apa...mau jadi pajangan dalam figura (frame)? mau jadi pembatas buku? mau dipakai menghias apa yang butuh modalnya tidak terlalu banyak? Saya masih belum tahu..

Tapi, saya berharap sih di waktu yang akan datang saya bisa meluangkan waktu untuk sekedar memikirkan prospek manfaat dari paperquilling ini :) Aamiin.


Tuesday, September 17, 2013

Mind Blow dari Ustadz Nouman Ali Khan


Bismillahirrahmanirrahim,

Ada dua perkataan menarik dari Ustadz Nouman yang membekas dalam benak saya. Yang pertama yaitu:

"If we show hateful towards non-muslims, how is that da'wah? How in the world is that da'wah? If we insult non-muslims, look down on them, make fun of them, and all of these things, how are they ever going to want to be muslims? Why would they want to be anything like the people who hate them? Why would they do that? And that is our fault that they don't find beauty in Islam"


Jika diterjemahkan, maka kurang lebih seperti ini:

"Jika kita menunjukkan kebencian kepada non-muslim, apa tindakan itu disebut dakwah? Bagaimana mungkin hal tersebut merupakan dakwah? Jika kita menghina non-muslim, merendahkan mereka, mengejek mereka, dan perbuatan buruk lainnya, mungkinkah mereka mau menjadi seorang muslim? Untuk apa mereka mau menjadi seperti orang-orang yang membenci mereka? Untuk apa mereka melakukan itu? Dan itu semua adalah kesalahan kita yang tidak menunjukkan indahnya Islam"

* * *

Kemudian, perkataan beliau yang kedua adalah:

"The world doesn't want to hear about Islam, the world want to see Islam"

Yang jika diterjemahkan, kurang lebih seperti ini:

"Dunia tidak ingin mendengar tentang Islam, dunia ingin melihat Islam"

* * *

Ketika mendengar kedua perkataan tersebut, saya langsung teringat betapa mirisnya beberapa kaum muslimin/muslimah yang sering berdebat di forum umum (seperti facebook misalnya), yang ga segan-segan menghina non-muslim dengan perkataan yang kadang suka bikin saya istighfar sendiri.

Kalau dipikir-pikir, bener juga kata Ustadz Nouman. Gimana mau menyentuh hati non-muslim kalau cara kita menunjukkan kebenaran Islam adalah dengan menghina ajaran mereka?

Hal ini juga berkaitan dengan perkataan beliau yang kedua, "dunia tidak ingin mendengar tentang Islam, tapi ingin melihat Islam". Kadang, kita yang yakin bahwa Islam adalah agama yang diridhai ALLAH, sering juga hanya sekedar berteori tentang indahnya Islam, damainya Islam, kebenaran Islam, dan lain-lain tanpa memperlihatkannya dalam tindakan, perbuatan, dan sifat kita. Sehingga terkesan bahwa kebenaran Islam hanya terdengar di telinga saja, tetapi tidak terlihat di mata dunia.

Dunia ingin melihat Islam. Dan tugas kita sebagai muslim/muslimah adalah memperlihatkannya kepada dunia.

Karena beberapa yang terlihat di dunia (dengan bumbu-bumbu media) adalah hal-hal yang bertentangan dengan Islam...terutama masalah jihad yang sering disamakan dengan terorisme :(

Huft..ini memusingkan..apa saya mampu ya menunjukkan Islam sesuai yang diajarkan Rasulullah?

Harusnya bisa :)

Dan saya juga teringat do'a yang indah dari Ustadz Nouman, yang beliau sarankan dibaca setiap akan tidur dan bangun tidur:

Yaa ALLAH..
I want to serve your deen and carry the flag of Islam..
Please show me how..


Monday, September 16, 2013

#Reminder Pagi Ini


Bismillahirrahmanirrahim,

#Reminder pagi ini berasal dari Facebooknya Ustadz Felix Siauw, yang saya kopasus (COpy-PASte Ubah Sedikit) hehehe.

STOP me-#modus dan di-#modus.
Harus berani bilang "inni akhafullah" (aku takut ALLAH).
Harus tega untuk STOP dan cuekin cowok yang #modus.

Begitulah. Rasa-rasanya tiga poin tersebut mau saya jadikan pegangan hidup saya :). Bismillah..jika niat sudah baik dan sesuai tuntunan agama, semoga ALLAH meridhai dan memudahkan istiqamahnya niatan baik ini. Aamiin..


Sunday, July 28, 2013

Companionship..


Bismillahirrahmanirrahim,

Akses menuju surga ALLAH telah dijelaskan melalui Al-Qur'an.
Tapi berapa banyak yang menghargai dan bersyukur bahwa ALLAH telah memilih kita dan memudahkan kita mempelajari Al-Qur'an?
Berapa banyak yang, ketika di sekelilingnya banyak yang mengaji dan melantunkan ayatNya,
ketika di sekitarnya banyak diadakan kajian Islami,
ketika di sampingnya ada Al-Qur'an,
berapa banyak yang terketuk untuk menyentuhnya, membacanya, dan mempelajarinya?

We sometimes take Qur'an for granted

Hanya karena kita muslim, yang memiliki ALLAH sebagai Tuhannya dan Rasulullah sebagai Nabinya
Lantas merasa biasa saja bahkan tidak menganggap Al-Qur'an itu penting
Tidak menganggap Islam itu istimewa
Tidak bersyukur bahwa kita dengan mudah dapat mengakses, berkenalan, mempelajari, Islam
Melalui Al-Qur'an

Qur'an is not just a book in a bookstore; it is ALLAH's words

Maka siapakah yang berani berkata, "Aku tidak mendapatkan bimbingan dan jawaban langsung dari ALLAH atas pertanyaan-pertanyaanku"
Padahal Al-Qur'an dengan mudah bisa kau genggam. Mengapa tak kau baca dan kau pahami?

The best way to talk with ALLAH is to recite the Qur'an

Bahkan surat Al-Fatihah menunjukkan,
"Hanya padamu kami menyembah, dan hanya padamu kami mohon pertolongan"
"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus"
Bukankah itu sebuah dialog dari kita, hambaNya, kepada ALLAH, yang menciptakan?

Every parts of the Qur'an is a conversation

Dialog untuk mengingatkan kita yang pelupa,
yang tidak ingat apa yang telah kita lakukan di masa lampau,
yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya ALLAH tidak melupakan (perbuatan) hambaNya sedikitpun

Only if you appreciate the Qur'an and engage ALLAH in your prayer
Look for its deepest meaning, and make Qur'an your companion on the Day of Judgement

* * *

--this post is inspired by Nouman Ali Khan


Sunday, July 21, 2013

Biasanya Kajian Kemuslimahan...kali ini melihat peran Ayah


Bismillahirrahmanirrahim,

Pagi ini, grup whatsapp berdering tanda pesan masuk. Dan pas dibuka, ternyata dari senior yang ngirim catetan/ringkasan dari Kajian Ramadhan Masjid UI, 11 Ramadhan 1434 H (berarti 20 Juli ya?)

Berikut rangkuman yang dia kirim:

* * * * *

Peran Ayah dalam Pembentukan Karakter Anak

Generasi terdahulu, yaitu generasi zaman Rasulullah, merupakan generasi terbaik karena memiliki kematangan mental melebihi kematangan biologisnya. Oleh karena itu, buat dan doronglah anak agar memiliki prestasi luar biasa walaupun usianya masih muda.

*Agar anak memiliki karakter tangguh

1. Memiliki pengasuh yang lengkap, yaitu ayah dan ibu (hadirkan sosok ayah dan ibu dalam jiwa anak)
2. Beri pengajaran dan perhatian "habis-habisan" di usia dini, ciptakan ikatan emosional antara anak dan orangtua
3. Ajarkan iman sebelum Al-qur'an
4. Libatkan lingkungan terdekat dalam pengajaran anak
5. Pengajaran berbasis hands on minds on (jangan hanya mengajarkan teori, tapi juga praktiknya)
6. Komunikasi yang patut

Dalam keluarga, ayah bukan hanya pencari nafkah dan pemberi izin ketika menikah, tetapi juga harus menjadi pendidik anak-anak, apalagi saat usia anak berada pada usia emas.

Ayah harus terlibat dalam pengasuhan anak, bukan hanya ibu karena dari ayahlah anak belajar:
- berani
- tanggung jawab
- realistis
- mudah bergaul dengan dunia luar

Sedangkan dari ibu, anak belajar kepekaan rasa.

Jika perhatian dan kepedulian ayah kurang, anak dapat mengalami Father Hunger, yaitu kerusakan psikologis anak-anak yang tidak mengenal ayahnya. Akibatnya, anak mengalami berbagai macam dampak negatif, dari segi sikap sampai pemikiran.

*Islam memandang peran ayah dalam pendidikan.

Hal itu terlihat dari beberapa hal:
- Q.S. At-tahrim: 6, menyatakan tanggung jawab pendidikan anak ada di ayah.
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"

- Dalam Al-qur'an terdapat 17 dialog yang mengajarkan mengenai pengasuhan anak yang terdiri atas 14 dialog ayah + anak, 2 dialog ibu + anak, 1 dialog guru + murid. Itu menunjukkan peran ayah dalam pengajaran anak-anaknya melebihi ibu dan guru.

- Dari sisi sirah (sejarah) menunjukkan bahwa pendidikan Rasulullah dibina oleh kakek dan pamannya (sosok ayah)

- Tokoh-tokoh besar lahir dari adanya keterlibatan ayah. Dengan demikian, sosok ayah adalah sosok yang sangat krusial dalam perkembangan anak. Harus ada sosok ayah (laki-laki) dalam pengasuhan anak (itu penting!)

Kerusakan pada anak-anak penyebab utamanya adalah AYAH. Jadi, jika anak tidak baik, yang dipertanyakan adalah ayahnya, bukan ibunya. Di akhirat nanti, yang dihisab mengenai anaknya adalah ayah, bukan ibu. Jadi, jika anak tidak baik dan tidak beriman, ayahnya pun akan dimintai pertanggungjawaban. Namun, jika anaknya shaleh dan beriman, ayahnya dapat merasakan kenikmatan di akhirat berkat doa anak-anaknya walaupun ibadah ayahnya biasa saja.

3 Hak anak yang harus dipenuhi oleh ayahnya
- Ibu yang baik
- Nama yang baik
- Pengajaran adab dan Al-qur'an

Jika sikap anak tidak baik, harus ditinjau lagi, hak manakah yang belum dipenuhi oleh ayahnya. Orangtua durhaka adalah orangtua yang tidak memberikan hak anaknya waktu kecil. Ibu adalah madrasah pertama anak dan ayah adalah kepala sekolahnya. Tugas kepala sekolah adalah:
- Menentukan visi misi pendidikan anaknya
- Mengontrol serta mengevaluasi perkembangan anaknya (Lihat Q.S. Ibrahim: 35-37 --> apa yang harus ayah lakukan terhadap anaknya)

Peran ayah ada 4

1. Peran sosial
2. Peran emosional
3. Peran akademis
4. Peran entertain

Permasalahan anak dapat muncul karena konflik ayah dan ibu. Oleh karena itu jaga selalu hubungan baik antara ayah dan ibu

Usia 0-15 tahun adalah masa pembentukan karakter anak sehingga harus diolah dengan sebaik dan semaksimal mungkin

*Q&A

1. Bagaimanakah peran seorang kakak kepada adiknya jika dalam keluarga tidak ada sosok ayah?
- Apapun yang terjadi, tetap tekankan pada diri sendiri dan adik-adik bahwa harus tetap berlaku baik pada ayah, walaupun ayah tidak berlaku baik pada anak-anaknya. Hal itu karena berbuat baik kepada orangtua adalah kewajiban seorang anak yang ditentukan oleh Allah Swt.
- Selain itu, kakak harus menggantikan keempat peran ayah terhadap adiknya , yaitu peran sosial, emosional, akademis, dan entertain

2. Bagaimanakah membuat anak respect kepada ayah tanpa menciptakan jarak dalam hubungan keduanya?
- Bangunlah kedekatan dan munculkan perasaan "dihargai" pada diri anak. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan anak pada keputusan yang akan diambil, ajak anak bermusyawarah/berdialog, tanyakan pendapat anak. Dengan adanya keterlibatan mereka dalam pengambilan suatu keputusan, anak akan merasa dihargai (Lihat Q.S. As-saffat: 102)

*Ustadz Bendri


* * * * *

Ya. begitulah isi pesannya. Sebenernya banyak yang pengen saya tanyakan dari rangkuman yang dikirim via whatsapp ini. Tapi rasanya sungkan duluan...secara dia senior dan ikhwan pula .__.
Rasanya gimanaaa gitu nanya sama ikhwan (calon ayah) hahahhahaha =__=

Tapi penasaran sama yang 17 dialog itu..dimana saja bisa ditemuinnya? Al-Luqman?

Hmm...

Anyway, pengetahuan saya bertambah lagi. Biasanya kan kajian yang saya ikuti cuma seputar wanita dan kemuslimahan lah...seru juga kalo nyimak kajian yang fokusnya membicarakan ikhwan hehe. Dan jadi nambah juga pertimbangan yang harus dipikirkan ketika memilih calon suami kelak.

#eh?


Monday, July 15, 2013

5 Menit dari Nouman Ali Khan


Bismillahirrahmanirrahim,

Kali ini saya mau bahas awal mula saya mengetahui tentang Ustadz Nouman Ali Khan (yang entah kenapa ada di channel Youtubenya Halal Sheikh)--Sheikh atau Ustadz ya jadinya?

Waktu itu saya lagi browsing Youtube, lupa lagi liat apaan. Yang jelas, saya lagi liatin video K-Pop waktu itu (iya, saya pecinta K-pop. Sebelum nonton video Ustadz Nouman). Dan tiba-tiba di suggestion list di sebelah kanan laman youtube, ada video berjudul "I was forced to watch Justin Bieber Documentary"

Didorong rasa penasaran dan rasa ga suka saya sama Justin Bieber, saya klik lah video itu.

Ritual saya kalau klik video youtube adalah, biarkan jalan 1-2 detik, trus di pause sambil nunggu bufferingnya lumayan banyak. Saat itu, ketika saya pause videonya, saya paham bahwa ternyata isinya tentang seorang ustadz bernama Nouman Ali Khan yang lagi berdakwah.

Loh? Kok? Jadi si pendakwah ini dipaksa nonton video Justin Bieber? Sama siapa? Kok? Terus gimana?

Karena udah kepalang tanggung dan penasaran--udah beneran penasaran saat itu haha--, ya udah begitu bufferingnya lumayan banyak, saya tonton aja videonya..

* * *

Video dimulai dengan Ustadz Nouman Ali Khan berkata:

"Allah said something"

Wah. saya langsung terpana saat itu. powerful banget pembukaannya.

* * *

Dikarenakan videonya ga ada subtitlenya, maka berikut ini transkrip yang saya coba tuliskan dari video berdurasi 5 menit (yang ternyata cuma potongan doang, ga full movie T__T) dari tausiyah Ustadz Nouman. Saya tambahin sedikit perubahan di tanda baca biar lebih enak flow kalimatnya hhe :p. Sohere it is:

*kalo baca transkrip ini sambil dengerin videonya, saya minta maaf kalo ada kata-kata yang aneh atau ga sesuai*




"Allah said something. Allah said something. And our children, children sitting in a santri's school, in a Masjid, in the house of Allah, no matter how badly you want them to believe that, they don't. They're just saying it 'cause you wanna hear it. They're just saying it 'cause you wanna. That's the crisis of faith. That's a huge crisis. We have to understand how to address that crisis. All the other problems we have for our youth, and if you want to make a list of those and have programs about those: how facebook is a fitnah, how youtube is a fitnah, how the internet is a fitnah, how stepping of  outside--outside of your house is a fitnah, how highschool is a fitnah, how the mall is a fitnah, how your friends are a fitnah, how your college is a fitnah, how your cellphone is a..I mean, good--goodness, gracious. Axiom is the fitnah at that point (audience laugh) Right? You just keep..the list keeps going. I am saying, that list is super foolish. I'm arguing that stuff is fluff. We have to look underneath that fluff, and look at what the real problem is: the real problem is the crisis of faith. We need to understand the problem, and the problem is: our youth are not confident, not proud, not in love with Islam. They're not confident in the Qur'an. They're not confident that the messenger of Allah, Shalallahu 'alaihi wa sallam is the absolute best role model. No one deserve to be loved more. No one deserved to be followed more. No one.

My third story, part of crisis of faith. I was a..I--I mention this story at the ICNA convention too. When flying to the ICNA convention, I usually take my whole family, all twenty eight of them. I have six children, I lose count sometimes. But anyway, so we're--we're flying together. My kids were little. So you know they're short so they can't really see over the seat in a plane. So they're little girl. They're..They're sitting there, and uh..My wife and I were taller so we can see the TV screen when it drops. Right? So there's a movie playing. We don't want to see it but it's in your face right here. And it--and, of course alhamdulillah we don't have headphones so it's a silent film at that point. And it was the Justin Bieber Documentary (audience laugh). Yeah. Imagine that. Well, thankfully it was a silent film right? So, um, move forward they said. And also license plate number..I'm kidding, i'm kidding. Okay just move forward as much as you can. Thanks for moving. I really appreciate that. Not all at once, please calm down. Okay. Yeah the space is in the front, please, take 'em.
(*note: pada poin ini, audiens ada yang pindah duduk ke depan, mendekati ustadz. Jadi Ustadz sedikit bercanda)

Okay. So, those documentary that is playing, I'm trying to avoid looking at it. But I can't help my self. I can't help myself because they're showing this kid, come and start singing his songs and girls in the audience are crying. Like, you can tell they're just like "We love you so much, I'll die for you" and, mothers bringing their daughters to concerts. And then somebody's handed a voucher that says you get to meet him backstage. You should see the family. How they jumping up and down in joy, and in the course of that video I was like "oh man..this..how these people have nothing to look up to." That's all they have to look up to. They're so happy at this. They're so happy at this. How sad a life can it be?

And next clip, there's a Muslim girl, she's--she's wearing a hijab. She's handed a voucher, "you're gonna get to meet Justin Bieber" . And she's going around a tree, hugging it and going crazy. And she's not the only muslim girl that would do that. She's not. Don't say "astaghfirullah what kind of muslim!" hahaha that's the average muslim girl. (audience laugh) That's normal. Okay? 

So now we have a crisis not just of faith, but some of the fruits of faith. What are some of the fruits of faith? The faith itself is you're convinced Islam is true, right? That's faith itself:  you're convinced Islam is true. But beyond that, a step above that, is, you take pride in it. And the consequences of that is: everything that is not Islam, no longer appeals to you. Everything that contradicts Islam, you've..you don't..not only are you not attracted to it, you feel sad for people who are. You look at it as something beneath you"

* * * * *

Jreng. Dan video terpotong disitu, dan ada link yang bisa dituju kalau mau liat versi full nya. Saya sih ga mau bahas videonya secara utuh di sini, cuma mau jelasin beberapa poin penting dari video berdurasi 5 menit itu yang bikin saya sadar dan ga begitu tertarik K-Pop lagi.

1. Terkadang kita sebagai umat muslim sering ngerasa ga pede, ga bangga, dan ga sepenuhnya cinta dengan agama Islam :(. Ga berani ngaku dan bersuara lantang berkata di depan orang, "Saya bangga menjadi muslim", ga berani karena kurang tau apa yang harus dibanggakan dalam diri ini terkait pemahaman tentang Islam :(. Kadang ngerasa ga pede baca Qur'an di tempat umum, takut diliatin, dianggap aneh, dan dianggap riya dll. Padahal insya ALLAH ga terbersit niatan riya kan. Udah gitu--saya mau sedikit curcol nih--dulu saya mengidolakan artis-artis korea. Kenapa ga mengidolakan Rasulullah? Apa karena saya ga mengenal dan ga melihat langsung sosok beliau sehingga ga pede untuk menjadikan beliau sebagai idola, panutan, contoh, dan suri tauladan? Padahal, sebagaimana dijelasin sama Ustadz Nouman Ali Khan, Rasulullah adalah role model yang absolut dan terbaik. Ga ada yang pantas untuk dicintai selain beliau. Ga ada yang pantas untuk diidolakan selain beliau. Ga ada satupun. Dari poin ini, saya jadi ingin belajar lebih dalam lagi untuk mengenal Rasulullah.

2. Ustadz Nouman Ali Khan secara implisit menyindir kaum muslimah. Rata-rata kaum muslimah dikatakan normal dan udah biasa kalo ampe jejingkrakan ngeliat idolanya. Astaghfirullah..saya pas denger perkataan Ustadz pertama kali itu langsung nusuk loh :((. Makanya ga lama abis denger Ustadznya, saya langsung ngapusin semua file lagu-lagu korea dan unsubscribe channel youtube artis-artis itu. Sekarang malah udah sampai tahap untuk memaksa diri agar ga terlalu sering denger lagu mereka. Saya ga mau jadi muslimah yang berlebihan..ngerasa seneng cuma gara-gara liat artis favorit lagi senyum, ketawa, nyanyi, dll huuu T__T. Saya mau membiasakan diri untuk tidak mendengar, tidak tertarik, dan tidak mendendangkan lagu K-Pop. Bismillah :)

3. Krisis keyakinan pada agama Islam. Kita udah haqqul yakin bahwa Islam adalah agama yang benar; yang lurus. Tapi apakah kita--saya--bangga dengan kebenaran dan kelurusan agama Islam? Dikatakan oleh Ustadz Nouman Ali Khan (saya ga tau panggilannya apa jadi nulis nama lengkap dia terus) bahwa konsekuensi meyakini dan mengaku bangga terhadap Islam adalah: semua yang tidak sesuai agama Islam tidak akan membuat kita tertarik mengikuti/melakukannya. Setiap hal yang bertentangan dengan Islam tidak akan membuat kita tertarik mengikuti/melakukannya, justru malah membuat kita bersedih melihat orang-orang lain yang tertarik melakukannya. Harusnya hal-hal yang bertentangan dan ga sesuai dengan Islam itu ga usah dilakukan dan jangan sampai tertarik melakukannya. Dalam contoh kasus saya--curcol lagi ya--itu terealisasi dalam K-Pop, Hijab fashion, Karaoke, dan makanan tanpa logo halal (kayak sushi). Duh..itu godaannya berat.

Kalau K-Pop, sekarang saya udah ga begitu tertarik karena berdasarkan pengalaman saya sendiri. Memori laptop penuh cuma untuk nyimpenin file K-Pop. Buang waktu bermenit-menit (bahkan berjam-jam) cuma untuk liatin video K-Pop. Cape deh -__-

Alhamdulillah, ada nasihat yang bikin saya tertohok dan makin yakin untuk ninggalin K-Pop. Ini nih nasihatnya :)


Selanjutnya, Hijab fashion. Saya kadang merasa tergoda untuk pake hijab di model-modelin...tapi kemudian teringat bahwa kita harus sederhana dan ga tabarruj. Dan saya kadang sedih kalo ngeliat muslimah yang masih berjilbab punuk unta. Gimana caranya saya ngasih tau mereka ya??

Kemudian, karaoke. Dulu saya suka banget pergi karaoke. Sekarang rasanya pengen ngurangin dan kalau bisa ga ke karaoke lagi. Pernah baca (lupa baca dimana tapi) bahwa sebaiknya kita jangan berada di tempat yang bisa mengundang prasangka buruk orang lain. Karaoke identik sebagai tempat nyanyi-nyanyi dan senang-senang...yang kadang memiliki kesan negatif buat beberapa orang (termasuk orang tua saya). Jadi, kalau saya masih suka karaokean, saya khawatir akan timbul prasangka buruk terhadap saya yang berjilbab. Malah bisa diragukan nanti akhlak saya gimana. Walau kadang hasrat untuk karaoke timbul, tapi semoga saya masih bisa--harus bisa--tahan untuk ga mendatangi tempat-tempat ini. Aamiin.

Terakhir, makanan tanpa logo halal. Akhir-akhir ini saya makin concern sama makanan--terutama restoran--yang belum berlogo halal. Khawatir..takut..klo ternyata makanan yang kita makan udah jelas ga halal tapi kita tetep makan disana. Saya kepikiran hadis-hadis yang bilang kalo makanan haram bisa mempersulit terkabulnya do'a. Apalagi yang katanya amalannya tertolak 40 hari kalo makan makanan haram :(. Walaupun katanya kalau ragu-ragu (ga yakin 100% haram, kayak jajanan kantin?), dengan mengucap bismillah sebelum makan itu bisa menggugurkan status haramnya? Bener ga sih?

*Huuftt..ilmu agamanya lemah deh saya ini T__T

Well..in conclusion, saya bersyukur pernah liat video dari Ustadz Nouman Ali Khan ini. Semoga ke depannya saya bisa meneladani Rasulullah dan mempelajari, memahami, serta mengamalkan Islam secara keseluruhan selama hidup di dunia. Aamiin

***

"everything that is not Islam, no longer appeals to you"
:)



Sunday, July 14, 2013

Pranikah, Jodoh-jodohan


Bismillahirrahmanirrahim,

Akhir-akhir ini, saya sering bertanya-tanya sendiri.

Kenapa seminar pranikah, jodoh-jodohan (jangan diartikan sebagai jodoh bohongan ya, maksudnya seminar tentang jodoh) dan cinta, jadi banyak gini sih bertebaran dimana-mana?

Kenapa saya bilang gitu?

Ya..liat aja..
- 13 Juli 2013, seminar pranikah di Mesjid UI | (udah lewat haha)
- 14 Juli 2013, kajian muslimah "mencari cinta ALLAH" | (hari ini ga bisa dateng. ada syuro)
- 17 Juli 2013, pengajian Hijabers UI dengan tema "Jodoh, dipilih atau memilih?" | (count me in! :D)
- 31 Agustus 2013, seminar "Akulah jodoh sejatimu" di SMESCO | (ga tau lokasi. dan mahal Rp 300,000 :p)

Belum lagi event-event seminar/kajian di bulan sebelum-sebelumnya yang udah lewat..

Hmm..

Apa ini menandakan bahwa semakin banyak orang yang sadar bahwa jodoh itu harus dipertimbangkan dengan baik untuk dipilih/ketika memilih? bahwa menikah itu harus memiliki bekal dan ga sekedar cinta semata? dan cinta juga harus sesuai syariat Islam?

* * * * *

Well, terlepas dari bahasan pada intro di atas, saya mau cerita sedikit tentang seminar pranikah di Mesjid UI yang saya hadiri kemarin, 13 Juli 2013.

.....

Sebelunya, saya mau jelasin tiga poin dulu:

Pertama, saya dateng telat. Seminar dimulai jam 09:00 tapi saya dateng jam 10:32 karena satu dan lain hal (bukan. bukan karena males mandi dan telat berangkat dari rumah).

Kedua, slide seminarnya ga begitu keliatan karena saya dapet duduknya di belakang (rame loh akhwatnya!)

Ketiga, catetan yang berhasil saya tulis di binder hanya secimit hahahhaha. 

Dan inilah yang berhasil saya catat di seminar itu ;)

* * *

Bagaimana Islam memandang Pernikahan

Pas saya dateng, pemateri (ustadzah Dewi Yulia dari Yayasan Buah Hati, Depok) lagi bahas ini. Dan beliau menjelaskan bahwa Islam memandang pernikahan sebagai:

1. Realisasi taklif (syarat dibebankannya perintah, yaitu ketika akil-baligh) dari ALLAH, sebagaimana tercantum dalam Q.S. Asy-syu'ara: 132 yang berbunyi "dan bertakwalah kepada ALLAH yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui". Maksudnya, ketika kita sudah baligh, kita sudah wajib menaati perintah ALLAH. Termasuk menjadikan pernikahan sebagai realisasi bentuk penghambaan kepada perintah ALLAH, bukan dengan tujuan lain.

2. Langkah konkret penanaman rasa tanggung jawab. Kalau sudah menikah, pasti jadi ajang latihan bertanggung jawab. Suami bertanggung jawab terhadap istri, istri bertanggung jawab terhadap suami. Kalau udah ada anak, jadi nambah tanggung jawab terhadap anak, dll dst dsb hehe ;)

3. Langkah utama pembentukan masyarakat muslim. Dalam keluarga, ditanamkan karakter muslim. Berawal dari sesuatu yang kecil (keluarga setelah kita menikah) dan berlanjut hingga usia pernikahan dan anak-anak sudah dewasa. Kalau semua keluarga seperti ini, bukan tidak mungkin tercipta masyarakat muslim yang tangguh :D

Itulah tiga poin penting tentang bagaimana Islam memandang pernikahan. Lalu, materi berlanjut tapi saya lagi agak skip jadi ga ngeh deh huuu T__T. Yang bikin saya balik fokus ke materi adalah ucapan ustadzahnya yang berkata "Anak akan bahagia bila ibu bahagia. Bagaimana mungkin anak akan tumbuh bahagia jika ibunya tidak bahagia?"

Jeng jeng! :O

Yang masih suka galau berlarut-larut (kayak saya misalnya .__.) yuk ah kita ubah sifat itu. Buat diri kita positif biar anak kita nanti tumbuh dengan karakter positif dan bahagia dengan limpahan senyum, kasih sayang, dan aura positif yang kita berikan dan tanamkan :D

Tujuan Pernikahan

1. Watawa shoubil haqqi (saling mengingatkan dalam kebenaran demi mendapat ridha ALLAH)
2. Watawa shoubis shabri (saling mengingatkan dalam kesabaran)
3. Watawa shoubil marhamah (mengingatkan untuk saling menyayangi. Tersurat dalam Q.S. Ar-rum: 21, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir"
4. Keturunan
5. Membentuk masyarakat kecil

Relasi dalam Pernikahan

1. Pasangan
2. Mertua
3. Kakak dan adik ipar
4. Nenek-kakek
5. Anak
*kalo kata ustadzahnya, selain doa untuk mendapat pasangan yang baik, doa dan minta sama ALLAH untuk keluarga mertua yang baik hihihi ;p

Kriteria Dikatakan Siap Menikah?

Kamu dikatakan siap menikah jika:
1. Siap berkomitmen (kalau ga siap, ngapain buru-buru nikah?)
2. Kesediaan memiliki tanggung jawab (biar ga nyerah ketika menjalani bahtera rumah tangga)
3. Memiliki alasan positif untuk menikah (mengharap ridha ALLAH atau karena alasan lainnya?)
4. Siap untuk TIDAK BERGANTUNG PADA ORANG TUA (Nah..waini hehhehe ;D)

Modal yang Harus ada

Duit.


*krik krik*

Bukanlah hehehe. Yang bener, modal yang harus kita siapkan ada dalam diri kita, yaitu:
1. Bekal rohani dan iman
2. Bekal fisik dan amal
3. Bekal ilmu dan metode (maksudnya bekal ilmu dan metode yang tepat untuk mengenali sifat pasangan/keluarga mertua/anak dan cara mengatasi sifat mereka kalo lagi "ngambek")
4. Bekal perilaku dan akhlak
5. Tadhiyah (kesiapan untuk berkorban)

Macam-macam Pasangan

1. Qurrota A'yun (pasangan sebagai penyejuk jiwa dan penyenang hati)
2. Ziinatal hayaatad dunya (pasangan sebagai perhiasan dunia)
3. Fitnah (pasangan sebagai fitnah atau cobaan)
4. Musuh (pasangan sebagai musuh, dalam artian menjadi musuh)

* * *

Iya, segitu aja catetan yang berhasil saya abadikan hehe ;p

Kemudian, dilanjut dengan sesi tanya jawab. Menurut saya, sesi tanya jawab ini ga perlu dibagi di postingan ini ya hehe. Walaupun ada satu penjelasan yang saya suka dari pemateri pertama (Ustadz Arsalsjah) ketika menjawab satu pertanyaan. Berikut cuplikan penjelasannya...

"Lelaki baik untuk wanita yang baik, dan wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Pernyataan itu adalah suatu keniscayaan. Tetapi kita lihat contohnya dalam Qur'an, lelaki baik dengan istri yang tidak baik adalah Nabi Nuh a.s., dan wanita baik dengan lelaki yang tidak baik adalah Asyiah yang bersuamikan Fir'aun. Karenanya, jika pengecualian akan keniscayaan itu terjadi, maka bisa jadi ketika mendapat pasangan yang kurang baik, itu adalah bentuk ujian dari ALLAH. Atau cara ALLAH untuk membalas dosa dan apa-apa perbuatan buruk yang kita lakukan. Atau mungkin itu cara ALLAH dalam menyediakan jalan kita ke syurga. Yang jelas, yang harus kita jadikan panutan adalah Rasulullah, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah berakhlak mulia, dan kita lihat istri-istrinya tidak ada yang berperangai buruk"

*kurang lebih begitulah penjelasannya. Redaksi kata-katanya ga sama persis sama Ustadz Asalsjah, tapi ini yang saya inget hehehe.

"Tidak ada takdir sebelum terjadi. Mungkin sudah dituliskan dalam lauhul mahfuz, tetapi belum menjadi putusan"

*Hmm..mungkin itu sebabnya ada hadis yang berkata "Do'a dapat mengubah takdir". Makanya sedekah bisa menjauhkan perkara buruk. Silaturahim dapat memperpanjang umur. Itu karena tidak ada takdir sebelum terjadi. Kalau belum terjadi, maka bukan takdir kita. Semua yang terjadi pada kita, itu pilihan kita, takdir kita yang kita pilih dan mau.

Terakhir, closing dari Ustadz Arsalsjah:

"Lelaki yang menunda menikah padahal ia sudah siap, maka ada dua kemungkinan. Satu, ia pengecut. Dua, ia gemar bermaksiat"

*Ng...bgitu ya.. (-'^')a

* * * * *

Oke, sekian sharing tentang seminar pranikahnya hehe. Untuk menutup postingan kali ini, saya mau kasih satu link ke postingan senior saya. Disitu ada dialog anekdot senior saya dengan temannya tentang cari jodoh. Yang penasaran kayak apa dialognya, bisa dibaca di sini :)


Saturday, July 13, 2013

Jleb!


Bismillahirrahmanirrahim,

Pagi ini buka newsfeed Facebook..
dan muncullah update status dari page 'I want to be a good Muslimyang bikin saya langsung tertohok..


"Allah does not count the numbers of time you repent, Allah looks the quality of your tuba & not the quantity of ur tuba. Allah looks at the quality of your guilt, the quality of ur repenteness, and Not the quantity of numbers you have asked Him"


Kutipan di atas jika diterjemahkan bisa dipahami seperti ini:


"ALLAH tidak menilai seberapa sering kamu menyesal, ALLAH menilai kualitas taubatmu & bukan kuantitas taubatmu. ALLAH menilai kualitas rasa bersalahmu, kualitas penyesalanmu, dan bukan kuantitas banyaknya kamu memohon (ampun) kepadaNya"


*Maaf kalo terjemahannya kurang bagus hehe. Saya bukan penerjemah profesional yang udah disumpah .__.

Dari kutipan tersebut, saya tersadar bahwa ada satu dosa khusus yang masih seringkali saya ulangi lagi dan lagi..dan saya selalu berulang kali pula taubat dan taubat dan taubat terus...sampai rasanya esensi dan makna taubat itu hilang karena saya kerap mengulangi dosa tersebut :'(

Jangan-jangan ALLAH ga menerima taubat saya yang kemarin-kemarin..
Jangan-jangan amalan saya yang saya rasa terhitung sebagai pahala, belum diridhai ALLAH dan belum diganjar satu pahala...
Jangan-jangan tabungan dosa saya udah bengkak berpuluh kali lipat dibanding amalan saya??

Ya ALLAH..ampuni dosa dan ridhai amalan saya ya ALLAH..berikan hamba keteguhan hati untuk ikhlas dan istiqomah menjalankan apa yang saya niatkan dalam taubat saya :'(

....

Mungkin itu juga alasan kenapa saya selalu meneteskan air mata ketika menyanyikan lagu Maher Zain yang berjudul "I Love You So":


"I pray to God
My heart, soul, and body
Every single day of my life
With every breath I solemnly promise
To try to live my life for you

O Allah, You did revive my soul

And shone Your light into my heart

So pleasing You is now my only goal

Oh I love You so

I love You so (I love You so)"

*Ya, berjanji. Berjanji untuk berusaha menaati segala perintahMu (dan menjauhi segala laranganMu) karena itu adalah tujuan hidup saya satu-satunya.
Pada siapa? pada ALLAH.
Seharusnya dan memang selamanya harus akan begitu :')
Bismillah.. :')

"Now I know how it’s like
To have a precious love in my life
Now I know how it feels
To finally be at peace inside
I wish that everybody knew
How amazing it feels to love You
I wish that everyone could see
How Your love has set me free
Set me free and made me strong"

*Betapa menakjubkan dan luar biasanya mencintaiMu ya ALLAH :')
Seharusnya saya mampu dengan bangga dan lantang mengucapkan itu.
Seharusnya dan memang selamanya harus akan begitu..
Bismillah..saya sadar saya belum mencapai level itu..tapi semoga masih ada waktu untuk belajar dan memahami Islam secara keseluruhan..
Hingga merasakan nikmatnya iman dan Islam :')

Jangan mengulangi dosa yang itu-itu lagi, Nui!
Dan teruslah memperbaharui taubat, sebagaimana Rasulullah yang seharinya bertaubat sebanyak 100 kali...

* * * * *

This is the beautiful Music Video from Maher Zain :')


My love, my life, my days, my nights, my wealth, my prayers - all for You
And I swear that I will never put anyone or anything before You


Thursday, July 11, 2013

11 Juli 2013. Alhamdulillah wa syukurillah...


Bismillahirrahmanirrahim,

Hari ini, salah satu hari bersejarah dalam hidup saya.
Akhirnya gelar itu saya dapat juga :')

Nurul Hikmah Khairunnisa, S.Hum

* dan momen paling membahagiakan saat sidang skripsi datang dari pernyataan salah seorang dosen penguji. Bagi saya, dia dosen paling unyu dan ahli dalam bidang analisis wacana: Pak Junaidi.

"skripsi kamu menarik. saya tau kamu bereksperimen di skripsi ini. kamu mau lanjut S2?"

Mau!



:')


Monday, July 8, 2013

Teman yang Baik


Bismillahirrahmanirrahim,

Oke, dalam postingan kali ini, ijinkan saya mengutip kata-kata dari postingan salah satu sahabat saya yang berjudul 'Jadilah Teman yang Baik':

* * *

"Tidak maukah kita?
Menjadi pribadi yang hanya dengan mengobrol dengan kita,

seseorang ingat dengan sholatnya yang belum sempurna.
Hanya dengan bertemu kita,
seseorang ingat belum menyisihkan uangnya untuk berinfaq.
Hanya dengan menyapa kita,
seseorang ingat telah tidak ramah dengan ibunya.
Dan hanya dengan mendengar kabar tentang kita,
seseorang jadi terpacu untuk berprestasi lagi,
karena melihat kebaikan yang terpancar dari diri kita."

* * *

Kutipan tersebut sangat memacu semangat saya agar lebih baik lagi dalam berusaha menjadi teman yang baik sebagaimana dideskripsikan di atas.

[makasih ya sahabat, atas postingan barunya (-^v^-) semoga kita dan teman-teman halaqah bisa menjadi pribadi yang memancarkan kebaikan. aamiin]

Ya ALLAH..semoga bulan ramadhan tahun ini bisa menjadi bulan pembentuk habits-habits positif yang udah saya rencanakan. aamiin allahumma aamiin...


Wednesday, July 3, 2013

Ayo, dong! Nui!


Bismillahirrahmanirrahim,

Huft..rasanya mau menyemangati diri sendiri yang lagi bebal :(

* * *

Masa' sih mood saya sendiri harus ditentukan oleh orang lain?
Yang menentukan saya mau bahagia atau tidak kan bukan orang lain..

Bukannya saya udah baca buku karangan Ustadz Felix Siauw yang 'How to Master Your Habits'?
*(promosi ga berbayar hehe)
Trus mana usaha membiasakan habits positifnya?
Jangan lupain juga lah ngurangin--bahkan ngilangin--habits negatifnya..

Kalo dirasa ga ada yang bisa bantuin saya sekarang ini,
Jangan lantas jadi menyalahkan orang lain yang saya harapkan membantu saya dong..
Tapi lihat, apa yang udah yang saya lakukan untuk bantu diri saya sendiri?

Baca lagi ya Ar-Ra'd ayat 11 nya..
"Sesungguhnya ALLAH tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri"

Ayo, Nui. saatnya berubah lagi untuk jadi lebih baik. Create your habits. Practice and repetition. Then you can control your habits.

Hamasah!
Break a leg!


Thursday, June 13, 2013

Pada akhirnya, memaafkan :)


Bismillahirrahmanirrahim,

Memaafkan,
Akhirnya baru terasa lega
Dan beban pikiran terangkat
Setelah tiga tahun lebih..
Kupendam

* * * * *

Hah. Intro di atas sok-sok puisi segala haha. Padahal mah ga impressive deh :p

Pagi ini, saya membuka reading list blog saya. Postingan pertama yang saya lihat adalah postingan teman selama kuliah--yang sudah lulus duluan dan memiliki impian menjadi penulis ^^. Tak menampik, tulisannya semakin berkualitas dan membawa rasa sejuk di hati (*serius loh). Kata-kata baru yang saya dapat dari tulisannya yang berjudul "Kalau Dengan Ini" adalah: 



Kau Tuhan
Aku hamba
Jeda antara kita
: Bernama doa…

Duh. jadi spoiler hehe. Sila yang berminat baca postingan teman saya versi lengkapnya di sini

Oke, lanjut ke postingan kedua yang saya baca berikutnya. Cukup simple, karena berjudul "Membuka Pintu Maaf". Hanya berupa gambar kartun akhwat berjilbab yang membuka pintu, yang mana pintunya ada gantungan bertuliskan kata "Maaf". Secara literal, akhwat itu buka pintu maaf kan? hehe. Memang simple dan mengundang senyum, tapi bermakna dalam sekali..

Sesungguhnya, semudah itu membuka pintu maaf. Ya, semudah itu untuk memaafkan kesalahan orang lain.

*hening*

Ramadhan sebentar lagi..saya ga mau menyambut bulan keberkahan ini dengan hati kotor yang penuh rasa kesal. marah, benci, apalagi masih nyimpen hutang memaafkan orang lain..

* * * * *

Postingan ketiga saya baca dari blog teman SMP yang baru aja lulus bulan kemarin sebagai S.Psi. Yup, dia telah menjadi sarjana psikologi dari UNPAD :). Postingan terbarunya adalah share dari temannya juga, yang berjudul "KDP-Kekerasan Dalam Pacaran"

Daripada saya jadi spoiler artikelnya, nih yang penasaran bisa langsung baca di sini hehe (sekalian promosi blog temen ;])

Intinya, setelah baca artikel itu, saya menyadari sesuatu...bahwa apa yang saya anggap telah menyakiti hati saya saat dulu jaman pacaran (ya, saya pernah pacaran sekali -__-), ternyata GA SEBANDING sama apa yang tertulis dan dijelaskan dalam artikel itu :O

Intinya lagi juga, ternyata apa yang dulu saya rasa jahat, memang merupakan suatu fase dalam pacaran yang beresiko berujung pada KDP :O

Kesimpulannya, seharusnya saya memaklumi bahwa ada tipe orang yang berpotensi melakukan KDP..dan ada tipe korban KDP yang berpotensi merasa sanggup merubah si pelaku KDP
*haha. yeah, I was -__-

Dan resolusinya, saya sudah tak lagi bersama sang mantan. Dan lagi, saya baru saja memaafkan dia dan kembali mengajukan pertemanan dengan cara follow Twitternya. (*ups, saya tau ini bukan cara yang tepat setelah saya meng-unfollow dia secara sepihak, tapi entah kenapa keputusan ini udah saya pikirkan selama sebulan :p). Tapi toh dia yang sekarang sudah terlihat berbeda. Tentunya bukan karena saya hehe. Walaupun kita belom komunikasi lagi, setidaknya niat baik untuk meminta maaf dan memaafkan semoga saja bisa tersampaikan dengan saya yang kembali follow twitter dia.

...atau perlu saya kirim ucapan Idul Fitri nanti? haha

Yah, saat ini tetep hindari komunikasi ga perlu dulu deh. Kan ga baik smsan atau berbicara dengan lawan jenis kalau gada urusan yang penting...
Kalaupun harus ada omongan minta maaf sama dia, saya berdoa dan berharap ALLAH yang akan mengatur momen itu..




Wednesday, May 8, 2013

Warning...




"Alangkah meruginya seorang yang menjual dirinya kepada selain kekasih yang pertama (ALLAH) dengan harga yang murah, hanya karena nafsu syahwat sementara yang akan berakhir kenikmatannya dan akan terus membawa malapetaka. Syahwatnya kepada orang yang ia cintai akan sirna, sementara bahaya telah menantinya. Keberuntungan akan segera pergi dan penyesalan berkepanjangan akan menghampirinya. Alangkah kasihan hati yang terkumpul di dalamnya dua penyesalan: penyesalan tidak berjumpa dengan kekasih tertinggi (ALLAH) dan surga penuh kenikmatan, dan penyesalan disebabkan siksaan adzab yang berkepanjangan"
(Ibnu Qayyim rahimahullah)





Thursday, April 11, 2013

Luruskan Niat!


I'm distracted by those slanting eyes of yours,
your milky skin,
your rough voice,
your sturdy posture,
and most of all..your existence

Like a magnet, my eyes are attracted and follow your every moves;
alarmed and aware of your motion,
detect and recognize all your noise

you, a stranger
you, an acquintance I barely know
you, a friend even I'm yet to made
you, who's going to left a new memory
...even when you're gone in the next month

5 years. same continent, different region
Nice to meet you :)

..now I have to wake up and realize that I'm here to learn and write my thesis

* * * * *

written during my spare time,
in Crystal of Knowledge, the Library of Universitas Indonesia




Friday, April 5, 2013

Sedikit Tertawa; Banyak Menangis


Bismillahirrahmanirahim,

Siang ini rasanya terhenyak ketika buka Twitter. Dari sekian banyak akun yang membanjiri timeline dengan dakwahnya, yang paling bikin saya tersadar adalah kultwit dari @pedulijilbab. Kultwitnya singkat, ga pake nomer-nomeran banyak seperti kultwit pada umumnya, tapi bener-bener bikin saya terhenyak..

Ini #reminder untuk Jumat siang hari ini, Jumat penuh berkah :)

* * *

"Hati yang terdidik di atas ketaatan kepada Sang Maha Pengasih akan menjadikan pemiliknya bersifat lemah lembut dan sangat mudah menangis"

"Menangislah jika sampai saat ini masih sulit untuk berjilbab, bisa jadi hati ini masih berlumur maksiat dan perlu dibersihkan"

"Menangislah jika sampai detik ini tak ada perubahan berarti dalam ibadah padaNya hingga akhlakpun tak kunjung karimah"

"Menangislah jika kita dibudaki teknologi & perkembangan zaman hingga lalai dgn kewajiban padaNya"

"Menangislah jika kita masih sibuk mengurusi kesalahan orang lain hingga lupa diri inipun masih penuh noda"

"Ibadah itu tak sekedar shalat, zakat, puasa & haji saja. Menangislah jika kita masih berfikir sempit tentang Islam dan pengamalannya"


"Seka airmatamu Shalihat, bangkit dan lakukan aksi nyata. Kematian sudah semakin mendekat, jarak bertemu denganNyapun takkan lama"

"Evaluasi diri, bagian mana yang paling mungkin diperbaiki saat ini. Perbaiki sekarang. Jangan tunggu nanti, tak ada yg tau kapan usia kita berakhir"

* * *

Baca tweetnya bikin saya tersadar klo memang saya jarang banget menangis...
Menangis karena khawatir akan dosa yang tak saya ketahui telah saya lakukan..
Khawatir akan dosa yang saya ketahui namun saya sepelekan..
Khawatir akan dosa yang saya lakukan tapi tak bermuhasabah..
Khawatir akan dosa yang saya sesali tapi tetap terulangi..
Tak sering saya menangisi diri ini yang kadang melupakanNya..

Bahkan ayat surat Al-Fatihah yang setiap shalat selalu dibaca di tiap rakaatnya terasa lewat begitu saja..
Lewat begitu saja karena sekedar hafal ayatnya..
Lewat begitu saja karena sekedar tau artinya..

* * * * *

اياك نعبد واياك نستعين
Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin
"Hanya padaMu kami menyembah, dan hanya padaMu kami mohon pertolongan"
"It is You we worship and You we ask for help"

* * * * *

Kenyataannya?


Tidak sepenuhnya taat     Tak melulu berakhlak karimah   

          Dibudaki teknologi       Terlena perkembangan zaman   

Mengurusi kesalahan orang lain          Lupa dosa diri sendiri

          Berpengetahuan sempit tentang ajaran Islam

                    Kurang pengamalan ajaran Islam

* * * * *

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7435)

Dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa dia berkata:
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR. Al-Bukhari no. 6092 dan Muslim no. 1497)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian" [HR Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad].

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim)

* * *

Semoga saya bisa senantiasa mengingat ALLAH dan bersyukur..dan hati saya tidak menjadi mati. Aamiin...


Monday, March 18, 2013

Saya Hanya Tersadar...


Muda dan sehat, tapi kalo belum dibiasakan beribadah secara serius gimana nanti ketika tua dan mulai lemah fisik?

Ketika dewasa, atau tua, apakah mudah untuk mulai membaca Al-Qur'an jika tidak dibiasakan sejak muda?

Ketika dewasa, atau tua, apakah tidak berat melangkah untuk shalat jika tidak terbiasa sejak muda?

Tidak perlu berpikir nanti. Sekarang saja kadang masih berat untuk sekedar meluangkan waktu dalam berdzikir, bertilawah, dan shalat

...dan kata-kata itu terngiang lagi. "Kalo ayah meninggal, setidaknya ayah tau kamu bisa baca Qur'an. Buat kirim do'a ke ayah"

Istiqamah dan manisnya iman tidak dibangun dalam waktu instan. Semoga sisa umur bukan untuk menambah dosa, tapi sebagai waktu untuk memulai kebaikan

Manisnya iman tidak dibangun secara instan. Masihkah ada waktu untuk merasakannya jika membangunnya dimulai nanti?




Tuesday, March 12, 2013

Aku Hanya Sedih...


"Aku tidak marah karena kita putus,
Aku hanya sedih karena aku tidak bisa melepaskanmu.."

"Aku tidak marah padamu karena tidak mencintaiku,
Aku hanya marah pada diriku yang masih mencintaimu.."

"Aku tidak marah karena kehilanganmu,
Aku hanya sedih karena aku pernah memilikimu.."

"Aku tidak marah karena aku tidak bisa memilikimu,
Aku hanya sedih karena aku tau apa yang sedang kurindukan.."

"Aku tidak marah karena kamu telah melupakanku,
Aku hanya sedih karena aku tak mampu menghapusmu.."

"Aku tidak marah karena kamu tidak akan kembali padaku,
Aku hanya sedih karena aku masih berharap kamu kembali.."

"Aku tidak marah, karena aku membencimu dan tidak menginginkanmu.
Tapi aku sedih, karena aku masih mencintaimu dan merindukanmu"

* * *

(tulisan di atas diambil dari fan page di Facebook --> Islamic Motivation)

* * *

Aku marah pada diriku yang tak bisa tegas untuk melupakanmu
Aku sedih karena baru sekarang aku belajar melepasmu
Aku marah pada diriku yang memilih cara terburuk untuk menjauhimu
Dan aku hanya sedih karena masih ada rasa berat meninggalkanmu