Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Tuesday, September 17, 2013

Mind Blow dari Ustadz Nouman Ali Khan


Bismillahirrahmanirrahim,

Ada dua perkataan menarik dari Ustadz Nouman yang membekas dalam benak saya. Yang pertama yaitu:

"If we show hateful towards non-muslims, how is that da'wah? How in the world is that da'wah? If we insult non-muslims, look down on them, make fun of them, and all of these things, how are they ever going to want to be muslims? Why would they want to be anything like the people who hate them? Why would they do that? And that is our fault that they don't find beauty in Islam"


Jika diterjemahkan, maka kurang lebih seperti ini:

"Jika kita menunjukkan kebencian kepada non-muslim, apa tindakan itu disebut dakwah? Bagaimana mungkin hal tersebut merupakan dakwah? Jika kita menghina non-muslim, merendahkan mereka, mengejek mereka, dan perbuatan buruk lainnya, mungkinkah mereka mau menjadi seorang muslim? Untuk apa mereka mau menjadi seperti orang-orang yang membenci mereka? Untuk apa mereka melakukan itu? Dan itu semua adalah kesalahan kita yang tidak menunjukkan indahnya Islam"

* * *

Kemudian, perkataan beliau yang kedua adalah:

"The world doesn't want to hear about Islam, the world want to see Islam"

Yang jika diterjemahkan, kurang lebih seperti ini:

"Dunia tidak ingin mendengar tentang Islam, dunia ingin melihat Islam"

* * *

Ketika mendengar kedua perkataan tersebut, saya langsung teringat betapa mirisnya beberapa kaum muslimin/muslimah yang sering berdebat di forum umum (seperti facebook misalnya), yang ga segan-segan menghina non-muslim dengan perkataan yang kadang suka bikin saya istighfar sendiri.

Kalau dipikir-pikir, bener juga kata Ustadz Nouman. Gimana mau menyentuh hati non-muslim kalau cara kita menunjukkan kebenaran Islam adalah dengan menghina ajaran mereka?

Hal ini juga berkaitan dengan perkataan beliau yang kedua, "dunia tidak ingin mendengar tentang Islam, tapi ingin melihat Islam". Kadang, kita yang yakin bahwa Islam adalah agama yang diridhai ALLAH, sering juga hanya sekedar berteori tentang indahnya Islam, damainya Islam, kebenaran Islam, dan lain-lain tanpa memperlihatkannya dalam tindakan, perbuatan, dan sifat kita. Sehingga terkesan bahwa kebenaran Islam hanya terdengar di telinga saja, tetapi tidak terlihat di mata dunia.

Dunia ingin melihat Islam. Dan tugas kita sebagai muslim/muslimah adalah memperlihatkannya kepada dunia.

Karena beberapa yang terlihat di dunia (dengan bumbu-bumbu media) adalah hal-hal yang bertentangan dengan Islam...terutama masalah jihad yang sering disamakan dengan terorisme :(

Huft..ini memusingkan..apa saya mampu ya menunjukkan Islam sesuai yang diajarkan Rasulullah?

Harusnya bisa :)

Dan saya juga teringat do'a yang indah dari Ustadz Nouman, yang beliau sarankan dibaca setiap akan tidur dan bangun tidur:

Yaa ALLAH..
I want to serve your deen and carry the flag of Islam..
Please show me how..


Sunday, July 28, 2013

Companionship..


Bismillahirrahmanirrahim,

Akses menuju surga ALLAH telah dijelaskan melalui Al-Qur'an.
Tapi berapa banyak yang menghargai dan bersyukur bahwa ALLAH telah memilih kita dan memudahkan kita mempelajari Al-Qur'an?
Berapa banyak yang, ketika di sekelilingnya banyak yang mengaji dan melantunkan ayatNya,
ketika di sekitarnya banyak diadakan kajian Islami,
ketika di sampingnya ada Al-Qur'an,
berapa banyak yang terketuk untuk menyentuhnya, membacanya, dan mempelajarinya?

We sometimes take Qur'an for granted

Hanya karena kita muslim, yang memiliki ALLAH sebagai Tuhannya dan Rasulullah sebagai Nabinya
Lantas merasa biasa saja bahkan tidak menganggap Al-Qur'an itu penting
Tidak menganggap Islam itu istimewa
Tidak bersyukur bahwa kita dengan mudah dapat mengakses, berkenalan, mempelajari, Islam
Melalui Al-Qur'an

Qur'an is not just a book in a bookstore; it is ALLAH's words

Maka siapakah yang berani berkata, "Aku tidak mendapatkan bimbingan dan jawaban langsung dari ALLAH atas pertanyaan-pertanyaanku"
Padahal Al-Qur'an dengan mudah bisa kau genggam. Mengapa tak kau baca dan kau pahami?

The best way to talk with ALLAH is to recite the Qur'an

Bahkan surat Al-Fatihah menunjukkan,
"Hanya padamu kami menyembah, dan hanya padamu kami mohon pertolongan"
"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus"
Bukankah itu sebuah dialog dari kita, hambaNya, kepada ALLAH, yang menciptakan?

Every parts of the Qur'an is a conversation

Dialog untuk mengingatkan kita yang pelupa,
yang tidak ingat apa yang telah kita lakukan di masa lampau,
yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya ALLAH tidak melupakan (perbuatan) hambaNya sedikitpun

Only if you appreciate the Qur'an and engage ALLAH in your prayer
Look for its deepest meaning, and make Qur'an your companion on the Day of Judgement

* * *

--this post is inspired by Nouman Ali Khan


Monday, July 15, 2013

5 Menit dari Nouman Ali Khan


Bismillahirrahmanirrahim,

Kali ini saya mau bahas awal mula saya mengetahui tentang Ustadz Nouman Ali Khan (yang entah kenapa ada di channel Youtubenya Halal Sheikh)--Sheikh atau Ustadz ya jadinya?

Waktu itu saya lagi browsing Youtube, lupa lagi liat apaan. Yang jelas, saya lagi liatin video K-Pop waktu itu (iya, saya pecinta K-pop. Sebelum nonton video Ustadz Nouman). Dan tiba-tiba di suggestion list di sebelah kanan laman youtube, ada video berjudul "I was forced to watch Justin Bieber Documentary"

Didorong rasa penasaran dan rasa ga suka saya sama Justin Bieber, saya klik lah video itu.

Ritual saya kalau klik video youtube adalah, biarkan jalan 1-2 detik, trus di pause sambil nunggu bufferingnya lumayan banyak. Saat itu, ketika saya pause videonya, saya paham bahwa ternyata isinya tentang seorang ustadz bernama Nouman Ali Khan yang lagi berdakwah.

Loh? Kok? Jadi si pendakwah ini dipaksa nonton video Justin Bieber? Sama siapa? Kok? Terus gimana?

Karena udah kepalang tanggung dan penasaran--udah beneran penasaran saat itu haha--, ya udah begitu bufferingnya lumayan banyak, saya tonton aja videonya..

* * *

Video dimulai dengan Ustadz Nouman Ali Khan berkata:

"Allah said something"

Wah. saya langsung terpana saat itu. powerful banget pembukaannya.

* * *

Dikarenakan videonya ga ada subtitlenya, maka berikut ini transkrip yang saya coba tuliskan dari video berdurasi 5 menit (yang ternyata cuma potongan doang, ga full movie T__T) dari tausiyah Ustadz Nouman. Saya tambahin sedikit perubahan di tanda baca biar lebih enak flow kalimatnya hhe :p. Sohere it is:

*kalo baca transkrip ini sambil dengerin videonya, saya minta maaf kalo ada kata-kata yang aneh atau ga sesuai*




"Allah said something. Allah said something. And our children, children sitting in a santri's school, in a Masjid, in the house of Allah, no matter how badly you want them to believe that, they don't. They're just saying it 'cause you wanna hear it. They're just saying it 'cause you wanna. That's the crisis of faith. That's a huge crisis. We have to understand how to address that crisis. All the other problems we have for our youth, and if you want to make a list of those and have programs about those: how facebook is a fitnah, how youtube is a fitnah, how the internet is a fitnah, how stepping of  outside--outside of your house is a fitnah, how highschool is a fitnah, how the mall is a fitnah, how your friends are a fitnah, how your college is a fitnah, how your cellphone is a..I mean, good--goodness, gracious. Axiom is the fitnah at that point (audience laugh) Right? You just keep..the list keeps going. I am saying, that list is super foolish. I'm arguing that stuff is fluff. We have to look underneath that fluff, and look at what the real problem is: the real problem is the crisis of faith. We need to understand the problem, and the problem is: our youth are not confident, not proud, not in love with Islam. They're not confident in the Qur'an. They're not confident that the messenger of Allah, Shalallahu 'alaihi wa sallam is the absolute best role model. No one deserve to be loved more. No one deserved to be followed more. No one.

My third story, part of crisis of faith. I was a..I--I mention this story at the ICNA convention too. When flying to the ICNA convention, I usually take my whole family, all twenty eight of them. I have six children, I lose count sometimes. But anyway, so we're--we're flying together. My kids were little. So you know they're short so they can't really see over the seat in a plane. So they're little girl. They're..They're sitting there, and uh..My wife and I were taller so we can see the TV screen when it drops. Right? So there's a movie playing. We don't want to see it but it's in your face right here. And it--and, of course alhamdulillah we don't have headphones so it's a silent film at that point. And it was the Justin Bieber Documentary (audience laugh). Yeah. Imagine that. Well, thankfully it was a silent film right? So, um, move forward they said. And also license plate number..I'm kidding, i'm kidding. Okay just move forward as much as you can. Thanks for moving. I really appreciate that. Not all at once, please calm down. Okay. Yeah the space is in the front, please, take 'em.
(*note: pada poin ini, audiens ada yang pindah duduk ke depan, mendekati ustadz. Jadi Ustadz sedikit bercanda)

Okay. So, those documentary that is playing, I'm trying to avoid looking at it. But I can't help my self. I can't help myself because they're showing this kid, come and start singing his songs and girls in the audience are crying. Like, you can tell they're just like "We love you so much, I'll die for you" and, mothers bringing their daughters to concerts. And then somebody's handed a voucher that says you get to meet him backstage. You should see the family. How they jumping up and down in joy, and in the course of that video I was like "oh man..this..how these people have nothing to look up to." That's all they have to look up to. They're so happy at this. They're so happy at this. How sad a life can it be?

And next clip, there's a Muslim girl, she's--she's wearing a hijab. She's handed a voucher, "you're gonna get to meet Justin Bieber" . And she's going around a tree, hugging it and going crazy. And she's not the only muslim girl that would do that. She's not. Don't say "astaghfirullah what kind of muslim!" hahaha that's the average muslim girl. (audience laugh) That's normal. Okay? 

So now we have a crisis not just of faith, but some of the fruits of faith. What are some of the fruits of faith? The faith itself is you're convinced Islam is true, right? That's faith itself:  you're convinced Islam is true. But beyond that, a step above that, is, you take pride in it. And the consequences of that is: everything that is not Islam, no longer appeals to you. Everything that contradicts Islam, you've..you don't..not only are you not attracted to it, you feel sad for people who are. You look at it as something beneath you"

* * * * *

Jreng. Dan video terpotong disitu, dan ada link yang bisa dituju kalau mau liat versi full nya. Saya sih ga mau bahas videonya secara utuh di sini, cuma mau jelasin beberapa poin penting dari video berdurasi 5 menit itu yang bikin saya sadar dan ga begitu tertarik K-Pop lagi.

1. Terkadang kita sebagai umat muslim sering ngerasa ga pede, ga bangga, dan ga sepenuhnya cinta dengan agama Islam :(. Ga berani ngaku dan bersuara lantang berkata di depan orang, "Saya bangga menjadi muslim", ga berani karena kurang tau apa yang harus dibanggakan dalam diri ini terkait pemahaman tentang Islam :(. Kadang ngerasa ga pede baca Qur'an di tempat umum, takut diliatin, dianggap aneh, dan dianggap riya dll. Padahal insya ALLAH ga terbersit niatan riya kan. Udah gitu--saya mau sedikit curcol nih--dulu saya mengidolakan artis-artis korea. Kenapa ga mengidolakan Rasulullah? Apa karena saya ga mengenal dan ga melihat langsung sosok beliau sehingga ga pede untuk menjadikan beliau sebagai idola, panutan, contoh, dan suri tauladan? Padahal, sebagaimana dijelasin sama Ustadz Nouman Ali Khan, Rasulullah adalah role model yang absolut dan terbaik. Ga ada yang pantas untuk dicintai selain beliau. Ga ada yang pantas untuk diidolakan selain beliau. Ga ada satupun. Dari poin ini, saya jadi ingin belajar lebih dalam lagi untuk mengenal Rasulullah.

2. Ustadz Nouman Ali Khan secara implisit menyindir kaum muslimah. Rata-rata kaum muslimah dikatakan normal dan udah biasa kalo ampe jejingkrakan ngeliat idolanya. Astaghfirullah..saya pas denger perkataan Ustadz pertama kali itu langsung nusuk loh :((. Makanya ga lama abis denger Ustadznya, saya langsung ngapusin semua file lagu-lagu korea dan unsubscribe channel youtube artis-artis itu. Sekarang malah udah sampai tahap untuk memaksa diri agar ga terlalu sering denger lagu mereka. Saya ga mau jadi muslimah yang berlebihan..ngerasa seneng cuma gara-gara liat artis favorit lagi senyum, ketawa, nyanyi, dll huuu T__T. Saya mau membiasakan diri untuk tidak mendengar, tidak tertarik, dan tidak mendendangkan lagu K-Pop. Bismillah :)

3. Krisis keyakinan pada agama Islam. Kita udah haqqul yakin bahwa Islam adalah agama yang benar; yang lurus. Tapi apakah kita--saya--bangga dengan kebenaran dan kelurusan agama Islam? Dikatakan oleh Ustadz Nouman Ali Khan (saya ga tau panggilannya apa jadi nulis nama lengkap dia terus) bahwa konsekuensi meyakini dan mengaku bangga terhadap Islam adalah: semua yang tidak sesuai agama Islam tidak akan membuat kita tertarik mengikuti/melakukannya. Setiap hal yang bertentangan dengan Islam tidak akan membuat kita tertarik mengikuti/melakukannya, justru malah membuat kita bersedih melihat orang-orang lain yang tertarik melakukannya. Harusnya hal-hal yang bertentangan dan ga sesuai dengan Islam itu ga usah dilakukan dan jangan sampai tertarik melakukannya. Dalam contoh kasus saya--curcol lagi ya--itu terealisasi dalam K-Pop, Hijab fashion, Karaoke, dan makanan tanpa logo halal (kayak sushi). Duh..itu godaannya berat.

Kalau K-Pop, sekarang saya udah ga begitu tertarik karena berdasarkan pengalaman saya sendiri. Memori laptop penuh cuma untuk nyimpenin file K-Pop. Buang waktu bermenit-menit (bahkan berjam-jam) cuma untuk liatin video K-Pop. Cape deh -__-

Alhamdulillah, ada nasihat yang bikin saya tertohok dan makin yakin untuk ninggalin K-Pop. Ini nih nasihatnya :)


Selanjutnya, Hijab fashion. Saya kadang merasa tergoda untuk pake hijab di model-modelin...tapi kemudian teringat bahwa kita harus sederhana dan ga tabarruj. Dan saya kadang sedih kalo ngeliat muslimah yang masih berjilbab punuk unta. Gimana caranya saya ngasih tau mereka ya??

Kemudian, karaoke. Dulu saya suka banget pergi karaoke. Sekarang rasanya pengen ngurangin dan kalau bisa ga ke karaoke lagi. Pernah baca (lupa baca dimana tapi) bahwa sebaiknya kita jangan berada di tempat yang bisa mengundang prasangka buruk orang lain. Karaoke identik sebagai tempat nyanyi-nyanyi dan senang-senang...yang kadang memiliki kesan negatif buat beberapa orang (termasuk orang tua saya). Jadi, kalau saya masih suka karaokean, saya khawatir akan timbul prasangka buruk terhadap saya yang berjilbab. Malah bisa diragukan nanti akhlak saya gimana. Walau kadang hasrat untuk karaoke timbul, tapi semoga saya masih bisa--harus bisa--tahan untuk ga mendatangi tempat-tempat ini. Aamiin.

Terakhir, makanan tanpa logo halal. Akhir-akhir ini saya makin concern sama makanan--terutama restoran--yang belum berlogo halal. Khawatir..takut..klo ternyata makanan yang kita makan udah jelas ga halal tapi kita tetep makan disana. Saya kepikiran hadis-hadis yang bilang kalo makanan haram bisa mempersulit terkabulnya do'a. Apalagi yang katanya amalannya tertolak 40 hari kalo makan makanan haram :(. Walaupun katanya kalau ragu-ragu (ga yakin 100% haram, kayak jajanan kantin?), dengan mengucap bismillah sebelum makan itu bisa menggugurkan status haramnya? Bener ga sih?

*Huuftt..ilmu agamanya lemah deh saya ini T__T

Well..in conclusion, saya bersyukur pernah liat video dari Ustadz Nouman Ali Khan ini. Semoga ke depannya saya bisa meneladani Rasulullah dan mempelajari, memahami, serta mengamalkan Islam secara keseluruhan selama hidup di dunia. Aamiin

***

"everything that is not Islam, no longer appeals to you"
:)



Saturday, July 13, 2013

Jleb!


Bismillahirrahmanirrahim,

Pagi ini buka newsfeed Facebook..
dan muncullah update status dari page 'I want to be a good Muslimyang bikin saya langsung tertohok..


"Allah does not count the numbers of time you repent, Allah looks the quality of your tuba & not the quantity of ur tuba. Allah looks at the quality of your guilt, the quality of ur repenteness, and Not the quantity of numbers you have asked Him"


Kutipan di atas jika diterjemahkan bisa dipahami seperti ini:


"ALLAH tidak menilai seberapa sering kamu menyesal, ALLAH menilai kualitas taubatmu & bukan kuantitas taubatmu. ALLAH menilai kualitas rasa bersalahmu, kualitas penyesalanmu, dan bukan kuantitas banyaknya kamu memohon (ampun) kepadaNya"


*Maaf kalo terjemahannya kurang bagus hehe. Saya bukan penerjemah profesional yang udah disumpah .__.

Dari kutipan tersebut, saya tersadar bahwa ada satu dosa khusus yang masih seringkali saya ulangi lagi dan lagi..dan saya selalu berulang kali pula taubat dan taubat dan taubat terus...sampai rasanya esensi dan makna taubat itu hilang karena saya kerap mengulangi dosa tersebut :'(

Jangan-jangan ALLAH ga menerima taubat saya yang kemarin-kemarin..
Jangan-jangan amalan saya yang saya rasa terhitung sebagai pahala, belum diridhai ALLAH dan belum diganjar satu pahala...
Jangan-jangan tabungan dosa saya udah bengkak berpuluh kali lipat dibanding amalan saya??

Ya ALLAH..ampuni dosa dan ridhai amalan saya ya ALLAH..berikan hamba keteguhan hati untuk ikhlas dan istiqomah menjalankan apa yang saya niatkan dalam taubat saya :'(

....

Mungkin itu juga alasan kenapa saya selalu meneteskan air mata ketika menyanyikan lagu Maher Zain yang berjudul "I Love You So":


"I pray to God
My heart, soul, and body
Every single day of my life
With every breath I solemnly promise
To try to live my life for you

O Allah, You did revive my soul

And shone Your light into my heart

So pleasing You is now my only goal

Oh I love You so

I love You so (I love You so)"

*Ya, berjanji. Berjanji untuk berusaha menaati segala perintahMu (dan menjauhi segala laranganMu) karena itu adalah tujuan hidup saya satu-satunya.
Pada siapa? pada ALLAH.
Seharusnya dan memang selamanya harus akan begitu :')
Bismillah.. :')

"Now I know how it’s like
To have a precious love in my life
Now I know how it feels
To finally be at peace inside
I wish that everybody knew
How amazing it feels to love You
I wish that everyone could see
How Your love has set me free
Set me free and made me strong"

*Betapa menakjubkan dan luar biasanya mencintaiMu ya ALLAH :')
Seharusnya saya mampu dengan bangga dan lantang mengucapkan itu.
Seharusnya dan memang selamanya harus akan begitu..
Bismillah..saya sadar saya belum mencapai level itu..tapi semoga masih ada waktu untuk belajar dan memahami Islam secara keseluruhan..
Hingga merasakan nikmatnya iman dan Islam :')

Jangan mengulangi dosa yang itu-itu lagi, Nui!
Dan teruslah memperbaharui taubat, sebagaimana Rasulullah yang seharinya bertaubat sebanyak 100 kali...

* * * * *

This is the beautiful Music Video from Maher Zain :')


My love, my life, my days, my nights, my wealth, my prayers - all for You
And I swear that I will never put anyone or anything before You


Wednesday, May 8, 2013

Warning...




"Alangkah meruginya seorang yang menjual dirinya kepada selain kekasih yang pertama (ALLAH) dengan harga yang murah, hanya karena nafsu syahwat sementara yang akan berakhir kenikmatannya dan akan terus membawa malapetaka. Syahwatnya kepada orang yang ia cintai akan sirna, sementara bahaya telah menantinya. Keberuntungan akan segera pergi dan penyesalan berkepanjangan akan menghampirinya. Alangkah kasihan hati yang terkumpul di dalamnya dua penyesalan: penyesalan tidak berjumpa dengan kekasih tertinggi (ALLAH) dan surga penuh kenikmatan, dan penyesalan disebabkan siksaan adzab yang berkepanjangan"
(Ibnu Qayyim rahimahullah)





Friday, April 5, 2013

Sedikit Tertawa; Banyak Menangis


Bismillahirrahmanirahim,

Siang ini rasanya terhenyak ketika buka Twitter. Dari sekian banyak akun yang membanjiri timeline dengan dakwahnya, yang paling bikin saya tersadar adalah kultwit dari @pedulijilbab. Kultwitnya singkat, ga pake nomer-nomeran banyak seperti kultwit pada umumnya, tapi bener-bener bikin saya terhenyak..

Ini #reminder untuk Jumat siang hari ini, Jumat penuh berkah :)

* * *

"Hati yang terdidik di atas ketaatan kepada Sang Maha Pengasih akan menjadikan pemiliknya bersifat lemah lembut dan sangat mudah menangis"

"Menangislah jika sampai saat ini masih sulit untuk berjilbab, bisa jadi hati ini masih berlumur maksiat dan perlu dibersihkan"

"Menangislah jika sampai detik ini tak ada perubahan berarti dalam ibadah padaNya hingga akhlakpun tak kunjung karimah"

"Menangislah jika kita dibudaki teknologi & perkembangan zaman hingga lalai dgn kewajiban padaNya"

"Menangislah jika kita masih sibuk mengurusi kesalahan orang lain hingga lupa diri inipun masih penuh noda"

"Ibadah itu tak sekedar shalat, zakat, puasa & haji saja. Menangislah jika kita masih berfikir sempit tentang Islam dan pengamalannya"


"Seka airmatamu Shalihat, bangkit dan lakukan aksi nyata. Kematian sudah semakin mendekat, jarak bertemu denganNyapun takkan lama"

"Evaluasi diri, bagian mana yang paling mungkin diperbaiki saat ini. Perbaiki sekarang. Jangan tunggu nanti, tak ada yg tau kapan usia kita berakhir"

* * *

Baca tweetnya bikin saya tersadar klo memang saya jarang banget menangis...
Menangis karena khawatir akan dosa yang tak saya ketahui telah saya lakukan..
Khawatir akan dosa yang saya ketahui namun saya sepelekan..
Khawatir akan dosa yang saya lakukan tapi tak bermuhasabah..
Khawatir akan dosa yang saya sesali tapi tetap terulangi..
Tak sering saya menangisi diri ini yang kadang melupakanNya..

Bahkan ayat surat Al-Fatihah yang setiap shalat selalu dibaca di tiap rakaatnya terasa lewat begitu saja..
Lewat begitu saja karena sekedar hafal ayatnya..
Lewat begitu saja karena sekedar tau artinya..

* * * * *

اياك نعبد واياك نستعين
Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin
"Hanya padaMu kami menyembah, dan hanya padaMu kami mohon pertolongan"
"It is You we worship and You we ask for help"

* * * * *

Kenyataannya?


Tidak sepenuhnya taat     Tak melulu berakhlak karimah   

          Dibudaki teknologi       Terlena perkembangan zaman   

Mengurusi kesalahan orang lain          Lupa dosa diri sendiri

          Berpengetahuan sempit tentang ajaran Islam

                    Kurang pengamalan ajaran Islam

* * * * *

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7435)

Dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa dia berkata:
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR. Al-Bukhari no. 6092 dan Muslim no. 1497)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian" [HR Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad].

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim)

* * *

Semoga saya bisa senantiasa mengingat ALLAH dan bersyukur..dan hati saya tidak menjadi mati. Aamiin...


Monday, March 18, 2013

Saya Hanya Tersadar...


Muda dan sehat, tapi kalo belum dibiasakan beribadah secara serius gimana nanti ketika tua dan mulai lemah fisik?

Ketika dewasa, atau tua, apakah mudah untuk mulai membaca Al-Qur'an jika tidak dibiasakan sejak muda?

Ketika dewasa, atau tua, apakah tidak berat melangkah untuk shalat jika tidak terbiasa sejak muda?

Tidak perlu berpikir nanti. Sekarang saja kadang masih berat untuk sekedar meluangkan waktu dalam berdzikir, bertilawah, dan shalat

...dan kata-kata itu terngiang lagi. "Kalo ayah meninggal, setidaknya ayah tau kamu bisa baca Qur'an. Buat kirim do'a ke ayah"

Istiqamah dan manisnya iman tidak dibangun dalam waktu instan. Semoga sisa umur bukan untuk menambah dosa, tapi sebagai waktu untuk memulai kebaikan

Manisnya iman tidak dibangun secara instan. Masihkah ada waktu untuk merasakannya jika membangunnya dimulai nanti?




Sunday, December 16, 2012

Qur'an Menjawab Pertanyaan Manusia (copy paste)


Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
Qur'an Menjawab :
- Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2).
- Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
Qur'an Menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur'an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
Qur'an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur'an Menjawab : dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur'an Menjawab :
- Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200)
- Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (Al-Baqarah : 45)

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur'an Menjawab : Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal (At-Taubah : 129)

Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur'an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka (At-Taubah : 111)

* * *

(Sumber Tulisan oleh : Hakeem bin Zain)


Sunday, July 8, 2012

SMS Tausiyah Aa Gym (Kompilasi)


"Persoalan hidup ini tak ada yang bahaya karena semua sudah diukur oleh ALLAH yang Maha Adil. Yang bahaya adalah salah menyikapinya" (--salah menyikap persoalan hidup)


Hanya ALLAH penguasa rezeki.
"Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhankumelapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendakiNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (Q.S. 34:36)/(Q.S. Sabaa: 36)


Tafakuri ayat ini..
"Sesungguhnya ALLAH tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri"
(Q.S. 10:44)/(Q.S. Yunus:44)


"Jangan pernah lepas meminta pertolongan kepada ALLAH dalam segala hal karena hanya Dia satu-satunya yang memiliki/menggenggam segala-segalanya. Tak akan ada yang terjadi tanpa izinNya"


"...dan ingatlah akan nikmat ALLAH kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka ALLAH mempersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat ALLAH, orang-orang yang bersaudara" (Q.S. 3:103)/(Q.S. Al-Imran:103)


",,,Ingatlah, hanya dengan dzikir/mengingati ALLAH-lah hati menjadi tenteram" (Q.S. 13:28)/(Q.S. Ar-ra'd:28)
Tak akan ada ketenangan dari siapapun/apapun selain dariNya


"Diantara kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tak berguna/sia-sia baginya" (HR Tirmidzi)
Mari jauhi segala kesia-siaan.


"...Dan ALLAH Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" (Q.S. 60:3)/(Q.S. Al-Mumtahanah:3)
Sungguh tak ada tempat yang tersembunyi dari tatapanNya


"...Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan ALLAH baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa" (Q.S. 35:44)/(Q.S. Fatir:44)


"...Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada" (Q.S. 57:4)/(Q.S. Al-Hadid:4)
Selalu yakini bahwa kita tak pernah sendiri di manapun kapanpun. Selalu ada ALLAH bersama kita


Tuesday, June 12, 2012

Nobody's Perfect




Kita terlarang dari merasa diri ini suci

"...maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa" (Q.S. 53:32)/(Q.S An-Najm:32)


Wednesday, June 6, 2012

Keep the secret




"Kita masih dihargai orang lain, sesungguhnya terjadi karena ALLAH yang Maha Tau bahwa diri kita yang sebenarnya masih menutupi aib/dosa/maksiat/kekurangan yang kita miliki"
(--Aa Gym--)


Sunday, December 12, 2010

Reminder From Friend.. :')


Bismillahirrahmanirrahim...

Copy paste from Nurhikmah Zahrani.,
Terima kasih atas note nya yang inspiratif :)
walaupun bukan dari link aslinya, alhamdulillah bisa baca dari note temen saya ^^

* * * * *

SEBAGAI PENGINGAT

Pada suatu ketika, Imam Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya.

Ketika murid-muridnya sudah terkumpul, Imam Ghazali memberikan suatu pertanyaan. “Apa yang Paling DEKAT?”. Para murid ada yang menjawab keluarga, istri, sanak saudara, dan kerabat. Imam Ghazali membenarkan hal itu. “yang paling dekat adalah KEMATIAN” jawab Imam Ghazali. Dalam Al-Qur’an diterangkan bahwa setiap yang bernyawa pasti merasakan MATI. Jadi yang namanya mati sudah menjadi suatu hal yang pasti dan dekat sehingga tidak bisa ditolak lagi

Pertanyaan berikutnya “Apa yang paling JAUH?”. Para murid Imam Ghazali ada yang menjawab langit, china, negeri seberang, dsb. Imam Ghazali membenarkan hal tersebut sehingga beliau mengucapkan “yang paling jauh itu adalah MASA LALU“. Begitu banyak hal yang sudah terlewati. Dari semenjak kita lahir di dunia, hingga dewasa saat ini. Begitu banyak pula suatu kejadian dan pengalaman yang kita alami. Hal itu tidaklah mungkin akan kita rasakan kembali atau kita ulangi lagi. Maka dari itu, masa lalu merupakan sesuatu yang sangat jauh sehingga sangat sulit kita untuk gapai lagi.

Berikutnya Imam Ghazali bertanya lagi, “Apa yang paling BESAR?”. Para murid ada yang menjawab gajah, atau binatang-binatang besar lainnya. Imam Ghazali membenarkan kembali jawab para muridnya sambil mengucapkan, “yang paling besar adalah NAFSU“. Ada yang menuhankan nafsunya hingga tidak malu lagi untuk berbuat yang dikatakannya benar padahal jika diteliti lagi malah salah dan hampir dikatakan benar-benar melenceng dari kebenaran. Rasulullah SAW pernah bersabda yang intinya bahwa jihad sekarang adalah melawan hawa nafsu. Begitu besarnya hingga melawan nafsu dikatakan sebagai jihad. Dengan nafsu ini pun kita bisa melupakan Tuhan kita.

Selanjutnya Imam Ghazali memberikan pertanyaan kembali kepada murid-muridnya. “Apa yang paling BERAT?”. Ada yang menjawab Gunung, Bukit, dan lain sebagainya, “yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH“. Amanah atau tanggung jawab harus kita tunaikan sesuai dengan porsi dan kadarnya, sehingga tidak ada yang merasa terdzhalimi karena salah memperlakukan amanah. Bila tidak berhati-hati terhadap amanah yang telah diberikan, kemungkinan besar kita tidak lagi menjadi muslim yang bisa dipercaya. Apalagi amanah ini akan dipertanggungjawabkan kepada Allah nanti di Yaumul Mizan. Sehingga memegang amanah sangat berat dibanding dengan memikul gunung bila kita tidak benar-benar menunaikannya dengan pas.

“Apa yang paling RINGAN?”, tanya Imam Ghazali lagi kepada murid-muridnya. Murid-muridnya ada yang menjawab kapas, dan lain-lain. Imam Ghazali lagi-lagi membenarkan ucapan para muridnya. “yang paling ringan adalahMENINGGALKAN SHALAT“. Iya, bila kita lihat keadaan sekarang. Umat muslim di Indonesia khususnya. Kita bisa melihat fenomena Islam KTP, Islam yang tercantum di KTP saja tapi pengamalan ibadahnya tidak ada sama sekali, seperti shalat atau mengaji. Bahkan ada yang dengan mudahnya menggampangkan shalat. dan sampai-sampai banyak pula yang meninggalkan shalat. Fenomena inilah yang memang pantas kita sebut sesuatu yang ringan.

Pertanyaan terakhir yang dilontarkan Imam Ghazali untuk murid-muridnya adalah “Apa yang paling TAJAM?”. Para murid menjawab Pisau, Pedang, dan alat potong lainnya. Imam Ghazali membenarkan hal tersebut. Imam Ghazali berkata “yang paling tajam adalah LISAN“. Lisan bisa menusuk hati saudara-saudara kita, tanpa kita niati dan sadari. Lisan ini lebih tajam dari pedang, hasil tusukannya tidak dengan mudah kita obati. Bila pedang menusuk orang bisa disembuhkan dengan obat-obatan. Tapi bila hati sudah tertusuk oleh lisan, maka sangat susah dan sulit untuk diobati. Bisa diobati pun terkadang cukup lama dan masih teringat ucapan-ucapan yang menyakitkan. Untuk itu kita patut menjaga lisan ini yang lebih tajam dari pisau atau pedang.

Mari lebih bermuhasabah..

..::Dekat, Jauh, Besar, Berat, Ringan, Tajam ::..

by RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF on Friday, December 10, 2010 at 6:52pm


Friday, August 20, 2010

Verse With No Rhyme 1. Life.


.it's amazing how life goes by.
.from second of thought to minutes of act.
.while waiting in hours of hope.
.to realize it's a lively day.

.it's amazing how life goes on.
.days passing by and here comes the week.
.greeting months of dreams with smile.
.then reminisce the memories on a new year.

.it's amazing that life goes by.
.start from the beginning with curiosity.
.to find the meaning of your existence.
.and there you find your way and stride.

.first you see and then you speak.
.first you feel and then you react.
.hearing things and decide your way.
.feeling up and down sometimes.

.you could be happy in a moment.
.you could be sad in a second.
.you could cry in time.
.and you could laugh for life.

.it's amazing that life goes on.
.with all new knowledge to learn.
.with all new things to see.
.with all new experience.

.you could be the courageous one.
.you could be the coward one.
.you could be the curious one.
.and you could be the taciturn.

.now that you live your life.
.full of choice and consequence.
.try to overcome the ordeal.
.can we be the amazing one??