Ada dua perkataan menarik dari Ustadz Nouman yang membekas dalam benak saya. Yang pertama yaitu:
"If we show hateful towards non-muslims, how is that da'wah? How in the world is that da'wah? If we insult non-muslims, look down on them, make fun of them, and all of these things, how are they ever going to want to be muslims? Why would they want to be anything like the people who hate them? Why would they do that? And that is our fault that they don't find beauty in Islam"
Jika diterjemahkan, maka kurang lebih seperti ini:
"Jika kita menunjukkan kebencian kepada non-muslim, apa tindakan itu disebut dakwah? Bagaimana mungkin hal tersebut merupakan dakwah? Jika kita menghina non-muslim, merendahkan mereka, mengejek mereka, dan perbuatan buruk lainnya, mungkinkah mereka mau menjadi seorang muslim? Untuk apa mereka mau menjadi seperti orang-orang yang membenci mereka? Untuk apa mereka melakukan itu? Dan itu semua adalah kesalahan kita yang tidak menunjukkan indahnya Islam"
* * *
Kemudian, perkataan beliau yang kedua adalah:
"The world doesn't want to hear about Islam, the world want to see Islam"
Yang jika diterjemahkan, kurang lebih seperti ini:
"Dunia tidak ingin mendengar tentang Islam, dunia ingin melihat Islam"
* * *
Ketika mendengar kedua perkataan tersebut, saya langsung teringat betapa mirisnya beberapa kaum muslimin/muslimah yang sering berdebat di forum umum (seperti facebook misalnya), yang ga segan-segan menghina non-muslim dengan perkataan yang kadang suka bikin saya istighfar sendiri.
Kalau dipikir-pikir, bener juga kata Ustadz Nouman. Gimana mau menyentuh hati non-muslim kalau cara kita menunjukkan kebenaran Islam adalah dengan menghina ajaran mereka?
Hal ini juga berkaitan dengan perkataan beliau yang kedua, "dunia tidak ingin mendengar tentang Islam, tapi ingin melihat Islam". Kadang, kita yang yakin bahwa Islam adalah agama yang diridhai ALLAH, sering juga hanya sekedar berteori tentang indahnya Islam, damainya Islam, kebenaran Islam, dan lain-lain tanpa memperlihatkannya dalam tindakan, perbuatan, dan sifat kita. Sehingga terkesan bahwa kebenaran Islam hanya terdengar di telinga saja, tetapi tidak terlihat di mata dunia.
Dunia ingin melihat Islam. Dan tugas kita sebagai muslim/muslimah adalah memperlihatkannya kepada dunia.
Karena beberapa yang terlihat di dunia (dengan bumbu-bumbu media) adalah hal-hal yang bertentangan dengan Islam...terutama masalah jihad yang sering disamakan dengan terorisme :(
Huft..ini memusingkan..apa saya mampu ya menunjukkan Islam sesuai yang diajarkan Rasulullah?
Harusnya bisa :)
Dan saya juga teringat do'a yang indah dari Ustadz Nouman, yang beliau sarankan dibaca setiap akan tidur dan bangun tidur:
Yaa ALLAH..
I want to serve your deen and carry the flag of Islam..
Kali ini saya mau bahas awal mula saya mengetahui tentang Ustadz Nouman Ali Khan (yang entah kenapa ada di channel Youtubenya Halal Sheikh)--Sheikh atau Ustadz ya jadinya?
Waktu itu saya lagi browsing Youtube, lupa lagi liat apaan. Yang jelas, saya lagi liatin video K-Pop waktu itu (iya, saya pecinta K-pop. Sebelum nonton video Ustadz Nouman). Dan tiba-tiba di suggestion list di sebelah kanan laman youtube, ada video berjudul "I was forced to watch Justin Bieber Documentary" Didorong rasa penasaran dan rasa ga suka saya sama Justin Bieber, saya klik lah video itu.
Ritual saya kalau klik video youtube adalah, biarkan jalan 1-2 detik, trus di pause sambil nunggu bufferingnya lumayan banyak. Saat itu, ketika saya pause videonya, saya paham bahwa ternyata isinya tentang seorang ustadz bernama Nouman Ali Khan yang lagi berdakwah. Loh? Kok? Jadi si pendakwah ini dipaksa nonton video Justin Bieber? Sama siapa? Kok? Terus gimana?
Karena udah kepalang tanggung dan penasaran--udah beneran penasaran saat itu haha--, ya udah begitu bufferingnya lumayan banyak, saya tonton aja videonya..
* * *
Video dimulai dengan Ustadz Nouman Ali Khan berkata:
"Allah said something" Wah. saya langsung terpana saat itu. powerful banget pembukaannya. * * * Dikarenakan videonya ga ada subtitlenya, maka berikut ini transkrip yang saya coba tuliskan dari video berdurasi 5 menit (yang ternyata cuma potongan doang, ga full movie T__T) dari tausiyah Ustadz Nouman. Saya tambahin sedikit perubahan di tanda baca biar lebih enak flow kalimatnya hhe :p. So, here it is:
*kalo baca transkrip ini sambil dengerin videonya, saya minta maaf kalo ada kata-kata yang aneh atau ga sesuai*
"Allah said something. Allah said something. And our children, children sitting in a santri's school, in a Masjid, in the house of Allah, no matter how badly you want them to believe that, they don't. They're just saying it 'cause you wanna hear it. They're just saying it 'cause you wanna. That's the crisis of faith. That's a huge crisis. We have to understand how to address that crisis. All the other problems we have for our youth, and if you want to make a list of those and have programs about those: how facebook is a fitnah, how youtube is a fitnah, how the internet is a fitnah, how stepping of outside--outside of your house is a fitnah, how highschool is a fitnah, how the mall is a fitnah, how your friends are a fitnah, how your college is a fitnah, how your cellphone is a..I mean, good--goodness, gracious. Axiom is the fitnah at that point (audience laugh) Right? You just keep..the list keeps going. I am saying, that list is super foolish. I'm arguing that stuff is fluff. We have to look underneath that fluff, and look at what the real problem is: the real problem is the crisis of faith. We need to understand the problem, and the problem is: our youth are not confident, not proud, not in love with Islam. They're not confident in the Qur'an. They're not confident that the messenger of Allah, Shalallahu 'alaihi wa sallam is the absolute best role model. No one deserve to be loved more. No one deserved to be followed more. No one. My third story, part of crisis of faith. I was a..I--I mention this story at the ICNA convention too. When flying to the ICNA convention, I usually take my whole family, all twenty eight of them. I have six children, I lose count sometimes. But anyway, so we're--we're flying together. My kids were little. So you know they're short so they can't really see over the seat in a plane. So they're little girl. They're..They're sitting there, and uh..My wife and I were taller so we can see the TV screen when it drops. Right? So there's a movie playing. We don't want to see it but it's in your face right here. And it--and, of course alhamdulillah we don't have headphones so it's a silent film at that point. And it was the Justin Bieber Documentary (audience laugh). Yeah. Imagine that. Well, thankfully it was a silent film right? So, um, move forward they said. And also license plate number..I'm kidding, i'm kidding. Okay just move forward as much as you can. Thanks for moving. I really appreciate that. Not all at once, please calm down. Okay. Yeah the space is in the front, please, take 'em. (*note: pada poin ini, audiens ada yang pindah duduk ke depan, mendekati ustadz. Jadi Ustadz sedikit bercanda) Okay. So, those documentary that is playing, I'm trying to avoid looking at it. But I can't help my self. I can't help myself because they're showing this kid, come and start singing his songs and girls in the audience are crying. Like, you can tell they're just like "We love you so much, I'll die for you" and, mothers bringing their daughters to concerts. And then somebody's handed a voucher that says you get to meet him backstage. You should see the family. How they jumping up and down in joy, and in the course of that video I was like "oh man..this..how these people have nothing to look up to." That's all they have to look up to. They're so happy at this. They're so happy at this. How sad a life can it be? And next clip, there's a Muslim girl, she's--she's wearing a hijab. She's handed a voucher, "you're gonna get to meet Justin Bieber" . And she's going around a tree, hugging it and going crazy. And she's not the only muslim girl that would do that. She's not. Don't say "astaghfirullah what kind of muslim!" hahaha that's the average muslim girl. (audience laugh) That's normal. Okay? So now we have a crisis not just of faith, but some of the fruits of faith. What are some of the fruits of faith? The faith itself is you're convinced Islam is true, right? That's faith itself: you're convinced Islam is true. But beyond that, a step above that, is, you take pride in it. And the consequences of that is: everything that is not Islam, no longer appeals to you. Everything that contradicts Islam, you've..you don't..not only are you not attracted to it, you feel sad for people who are. You look at it as something beneath you" * * * * * Jreng. Dan video terpotong disitu, dan ada link yang bisa dituju kalau mau liat versi full nya. Saya sih ga mau bahas videonya secara utuh di sini, cuma mau jelasin beberapa poin penting dari video berdurasi 5 menit itu yang bikin saya sadar dan ga begitu tertarik K-Pop lagi.
1. Terkadang kita sebagai umat muslim sering ngerasa ga pede, ga bangga, dan ga sepenuhnya cinta dengan agama Islam :(. Ga berani ngaku dan bersuara lantang berkata di depan orang, "Saya bangga menjadi muslim", ga berani karena kurang tau apa yang harus dibanggakan dalam diri ini terkait pemahaman tentang Islam :(.Kadang ngerasa ga pede baca Qur'an di tempat umum, takut diliatin, dianggap aneh, dan dianggap riya dll. Padahal insya ALLAH ga terbersit niatan riya kan. Udah gitu--saya mau sedikit curcolnih--dulu saya mengidolakan artis-artis korea. Kenapa ga mengidolakan Rasulullah? Apa karena saya ga mengenal dan ga melihat langsung sosok beliau sehingga ga pede untuk menjadikan beliau sebagai idola, panutan, contoh, dan suri tauladan? Padahal, sebagaimana dijelasin sama Ustadz Nouman Ali Khan, Rasulullah adalah role model yang absolut dan terbaik. Ga ada yang pantas untuk dicintai selain beliau. Ga ada yang pantas untuk diidolakan selain beliau. Ga adasatupun. Dari poin ini, saya jadi ingin belajar lebih dalam lagi untuk mengenal Rasulullah. 2. Ustadz Nouman Ali Khan secara implisit menyindir kaum muslimah. Rata-rata kaum muslimah dikatakan normal dan udah biasa kalo ampe jejingkrakan ngeliat idolanya. Astaghfirullah..saya pas denger perkataan Ustadz pertama kali itu langsung nusuk loh :((. Makanya ga lama abis denger Ustadznya, saya langsung ngapusin semua file lagu-lagu korea dan unsubscribe channel youtube artis-artis itu. Sekarang malah udah sampai tahap untuk memaksa diri agar ga terlalu sering denger lagu mereka. Saya ga mau jadi muslimah yang berlebihan..ngerasa seneng cuma gara-gara liat artis favorit lagi senyum, ketawa, nyanyi, dll huuu T__T. Saya mau membiasakan diri untuk tidak mendengar, tidak tertarik, dan tidak mendendangkan lagu K-Pop. Bismillah :)
3. Krisis keyakinan pada agama Islam. Kita udah haqqul yakin bahwa Islam adalah agama yang benar; yang lurus. Tapi apakah kita--saya--bangga dengan kebenaran dan kelurusan agama Islam?Dikatakan oleh Ustadz Nouman Ali Khan (saya ga tau panggilannya apa jadi nulis nama lengkap dia terus) bahwa konsekuensi meyakini dan mengaku bangga terhadap Islam adalah: semua yang tidak sesuai agama Islam tidak akan membuat kita tertarik mengikuti/melakukannya. Setiap hal yang bertentangan dengan Islam tidak akan membuat kita tertarik mengikuti/melakukannya, justru malah membuat kita bersedih melihat orang-orang lain yang tertarik melakukannya.Harusnya hal-hal yang bertentangan dan ga sesuai dengan Islam itu ga usah dilakukan dan jangan sampai tertarik melakukannya. Dalam contoh kasus saya--curcol lagi ya--itu terealisasi dalam K-Pop, Hijab fashion, Karaoke, dan makanan tanpa logo halal (kayak sushi). Duh..itu godaannya berat.
Kalau K-Pop, sekarang saya udah ga begitu tertarik karena berdasarkan pengalaman saya sendiri. Memori laptop penuh cuma untuk nyimpenin file K-Pop. Buang waktu bermenit-menit (bahkan berjam-jam) cuma untuk liatin video K-Pop. Cape deh -__-
Alhamdulillah, ada nasihat yang bikin saya tertohok dan makin yakin untuk ninggalin K-Pop. Ini nih nasihatnya :)
Selanjutnya, Hijab fashion. Saya kadang merasa tergoda untuk pake hijab di model-modelin...tapi kemudian teringat bahwa kita harus sederhana dan ga tabarruj. Dan saya kadang sedih kalo ngeliat muslimah yang masih berjilbab punuk unta. Gimana caranya saya ngasih tau mereka ya??
Kemudian, karaoke. Dulu saya suka banget pergi karaoke. Sekarang rasanya pengen ngurangin dan kalau bisa ga ke karaoke lagi. Pernah baca (lupa baca dimana tapi) bahwa sebaiknya kita jangan berada di tempat yang bisa mengundang prasangka buruk orang lain. Karaoke identik sebagai tempat nyanyi-nyanyi dan senang-senang...yang kadang memiliki kesan negatif buat beberapa orang (termasuk orang tua saya). Jadi, kalau saya masih suka karaokean, saya khawatir akan timbul prasangka buruk terhadap saya yang berjilbab. Malah bisa diragukan nanti akhlak saya gimana. Walau kadang hasrat untuk karaoke timbul, tapi semoga saya masih bisa--harus bisa--tahan untuk ga mendatangi tempat-tempat ini. Aamiin.
Terakhir, makanan tanpa logo halal. Akhir-akhir ini saya makin concern sama makanan--terutama restoran--yang belum berlogo halal. Khawatir..takut..klo ternyata makanan yang kita makan udah jelas ga halal tapi kita tetep makan disana. Saya kepikiran hadis-hadis yang bilang kalo makanan haram bisa mempersulit terkabulnya do'a. Apalagi yang katanya amalannya tertolak 40 hari kalo makan makanan haram :(. Walaupun katanya kalau ragu-ragu (ga yakin 100% haram, kayak jajanan kantin?), dengan mengucap bismillah sebelum makan itu bisa menggugurkan status haramnya? Bener ga sih?
*Huuftt..ilmu agamanya lemah deh saya ini T__T
Well..in conclusion, saya bersyukur pernah liat video dari Ustadz Nouman Ali Khan ini. Semoga ke depannya saya bisa meneladani Rasulullah dan mempelajari, memahami, serta mengamalkan Islam secara keseluruhan selama hidup di dunia. Aamiin
***
"everything that is not Islam, no longer appeals to you"