Bismillahirrahmanirrahim,
Paperquilling. Kalau saya harus menjelaskan apa itu paperquilling, saya hanya bisa berkata bahwa itu adalah salah satu seni menggulung kertas dan termasuk salah satu karya kerajinan tangan. Haha saya juga ga ngerti gimana jelasinnya yang baik dan benar (>.<)v
Awal mula saya kenal paperquilling adalah ketika saya secara tidak sengaja menonton acara di Trans TV (kalau tidak salah acara Jelang Siang) beberapa tahun lalu (sekitar tahun 2009 waktu saya semester dua). Di acara tersebut, ada liputan mengenai seorang ibu yang membuat hiasan dan menjualnya dengan harga yang lumayan, dan disebutkanlah kata paperquilling dari mulut si ibu tersebut.
Karena melihat bahwa paperquilling itu sangat keren dan menarik bentuknya, akhirnya saya langsung browsing internet untuk cari tau lebih lanjut. Dan ya, ternyata di luar negeri seperti Amerika dan Inggris, udah banyak juga yang melakukan kreasi ini. Saya langsung merasa excited membuka satu persatu link yang ada untuk melihat-lihat berbagai karya paperquilling. Sampai akhirnya saya menemukan tutorial dan berbagai kreasi bentuknya :D
![]() |
| bentuk paperquilling yang bisa dihasilkan |
![]() |
| keisengan paperquilling pertama saya |
Tapi, rasa excited saya tertahan sampai disitu. Kesibukan kuliah saya membuat saya melupakan paperquilling, dan merasa puas dengan hanya sekedar tau tentang paperquilling.
Kemudian, suatu hari di tahun 2010, saya bersama teman saya mengunjungi toko buku untuk sekedar melihat-lihat ada novel bagus apa yang sedang terbit. Tiba-tiba, ketika saya melewati rak buku-buku hobi, saya menemukan buku paperquilling. Wah! Rasa senang dan antusias saya kembali menghampiri kala itu. Rasanya mau beli buku itu banget! Tapi sayangnya, saya ga bawa duit (harganya Rp30,000an) :(, dan teman saya bersedia membelikan buku tersebut sambil berkata,
"gue mau kok beliin lo buku itu..asalkan lo janji kalo lo akan memanfaatkan buku tersebut dan membuat karya paperquilling. Jangan cuma dibeli terus jadi sia-sia'
Saya pun menyetujui dan berkata akan menggunakan buku itu insya ALLAH. Dan terbelilah buku pertama saya mengenai paperquilling (sekarang saya punya satu buku lagi yang saya beli sendiri di tahun 2011)
| tiga buah paperquilling kecil sebagai pemanis amplop di pojok kiri atas |
| iseng menempelkan paperquilling di batang kurma |
Singkat cerita, setelah terbelinya buku pertama tersebut, saya hanya membaca dan merasa tidak punya waktu luang untuk membuat karya paperquilling. Begitupun ketika saya sudah membeli buku kedua. Sampai akhirnya, teman saya yang membelikan saya buku paperquilling sudah lulus wisuda (2012). Saya merasa bersalah karena tidak menepati janji menghasilkan karya paperquilling walau hanya satu saja :(
Kesempatan untuk menunjukkan bahwa saya memang berminat melakukan paperquilling kepada teman saya akhirnya datang sekali lagi. Sebelum benar-benar berpisah dari kebersamaan di kampus, saya mengatur waktu untuk bertemu dengannya (kebetulan momen waktu itu adalah, dia akan berangkat ke Cikangkung untuk mengikuti Gerakan UI Mengajar). Disitu saya menyerahkan sebuah kertas dengan karya paperquilling saya, sekalian sebagai bentuk perpisahan.
![]() |
| foto sebelum karyanya selesai. nantinya, di bawahnya ada tulisan "Pluck Makes Luck" dengan spidol merah |
Sudah setahun lebih berlalu setelah terakhir kali saya membuat karya paperquilling (Iya, saya belum bikin lagi karena saya "merasa" tidak ada waktu untuk buatnya). Sebenarnya, yang saya ragukan dari paperquilling ini adalah, saya tidak tau sarana menaruh karyanya. Kalau flanel, saya sudah tau bahwa flanel bisa dibuat gantungan kunci, bros, atau jahitan pada baju. Tapi kalau paperwuilling, saya belum tau hasilnya akan jadi apa...mau jadi pajangan dalam figura (frame)? mau jadi pembatas buku? mau dipakai menghias apa yang butuh modalnya tidak terlalu banyak? Saya masih belum tahu..
Tapi, saya berharap sih di waktu yang akan datang saya bisa meluangkan waktu untuk sekedar memikirkan prospek manfaat dari paperquilling ini :) Aamiin.

.jpg)
