Bismillahirrahmanirrahim,
Akses menuju surga ALLAH telah dijelaskan melalui Al-Qur'an.
Tapi berapa banyak yang menghargai dan bersyukur bahwa ALLAH telah memilih kita dan memudahkan kita mempelajari Al-Qur'an?
Berapa banyak yang, ketika di sekelilingnya banyak yang mengaji dan melantunkan ayatNya,
ketika di sekitarnya banyak diadakan kajian Islami,
ketika di sampingnya ada Al-Qur'an,
berapa banyak yang terketuk untuk menyentuhnya, membacanya, dan mempelajarinya?
We sometimes take Qur'an for granted
Hanya karena kita muslim, yang memiliki ALLAH sebagai Tuhannya dan Rasulullah sebagai Nabinya
Lantas merasa biasa saja bahkan tidak menganggap Al-Qur'an itu penting
Tidak menganggap Islam itu istimewa
Tidak bersyukur bahwa kita dengan mudah dapat mengakses, berkenalan, mempelajari, Islam
Melalui Al-Qur'an
Qur'an is not just a book in a bookstore; it is ALLAH's words
Maka siapakah yang berani berkata, "Aku tidak mendapatkan bimbingan dan jawaban langsung dari ALLAH atas pertanyaan-pertanyaanku"
Padahal Al-Qur'an dengan mudah bisa kau genggam. Mengapa tak kau baca dan kau pahami?
The best way to talk with ALLAH is to recite the Qur'an
Bahkan surat Al-Fatihah menunjukkan,
"Hanya padamu kami menyembah, dan hanya padamu kami mohon pertolongan"
"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus"
Bukankah itu sebuah dialog dari kita, hambaNya, kepada ALLAH, yang menciptakan?
Every parts of the Qur'an is a conversation
Dialog untuk mengingatkan kita yang pelupa,
yang tidak ingat apa yang telah kita lakukan di masa lampau,
yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya ALLAH tidak melupakan (perbuatan) hambaNya sedikitpun
Only if you appreciate the Qur'an and engage ALLAH in your prayer
Look for its deepest meaning, and make Qur'an your companion on the Day of Judgement
* * *
--this post is inspired by Nouman Ali Khan
No comments:
Post a Comment