Bismillahirrahmanirrahim,
Pagi ini, grup whatsapp berdering tanda pesan masuk. Dan pas dibuka, ternyata dari senior yang ngirim catetan/ringkasan dari Kajian Ramadhan Masjid UI, 11 Ramadhan 1434 H (berarti 20 Juli ya?)
Berikut rangkuman yang dia kirim:
* * * * *
Peran Ayah dalam Pembentukan Karakter Anak
Generasi terdahulu, yaitu generasi zaman Rasulullah, merupakan generasi terbaik karena memiliki kematangan mental melebihi kematangan biologisnya. Oleh karena itu, buat dan doronglah anak agar memiliki prestasi luar biasa walaupun usianya masih muda.
*Agar anak memiliki karakter tangguh
1. Memiliki pengasuh yang lengkap, yaitu ayah dan ibu (hadirkan sosok ayah dan ibu dalam jiwa anak)
2. Beri pengajaran dan perhatian "habis-habisan" di usia dini, ciptakan ikatan emosional antara anak dan orangtua
3. Ajarkan iman sebelum Al-qur'an
4. Libatkan lingkungan terdekat dalam pengajaran anak
5. Pengajaran berbasis hands on minds on (jangan hanya mengajarkan teori, tapi juga praktiknya)
6. Komunikasi yang patut
Dalam keluarga, ayah bukan hanya pencari nafkah dan pemberi izin ketika menikah, tetapi juga harus menjadi pendidik anak-anak, apalagi saat usia anak berada pada usia emas.
Ayah harus terlibat dalam pengasuhan anak, bukan hanya ibu karena dari ayahlah anak belajar:
- berani
- tanggung jawab
- realistis
- mudah bergaul dengan dunia luar
Sedangkan dari ibu, anak belajar kepekaan rasa.
Jika perhatian dan kepedulian ayah kurang, anak dapat mengalami Father Hunger, yaitu kerusakan psikologis anak-anak yang tidak mengenal ayahnya. Akibatnya, anak mengalami berbagai macam dampak negatif, dari segi sikap sampai pemikiran.
*Islam memandang peran ayah dalam pendidikan.
Hal itu terlihat dari beberapa hal:
- Q.S. At-tahrim: 6, menyatakan tanggung jawab pendidikan anak ada di ayah.
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"
- Dalam Al-qur'an terdapat 17 dialog yang mengajarkan mengenai pengasuhan anak yang terdiri atas 14 dialog ayah + anak, 2 dialog ibu + anak, 1 dialog guru + murid. Itu menunjukkan peran ayah dalam pengajaran anak-anaknya melebihi ibu dan guru.
- Dari sisi sirah (sejarah) menunjukkan bahwa pendidikan Rasulullah dibina oleh kakek dan pamannya (sosok ayah)
- Tokoh-tokoh besar lahir dari adanya keterlibatan ayah. Dengan demikian, sosok ayah adalah sosok yang sangat krusial dalam perkembangan anak. Harus ada sosok ayah (laki-laki) dalam pengasuhan anak (itu penting!)
Kerusakan pada anak-anak penyebab utamanya adalah AYAH. Jadi, jika anak tidak baik, yang dipertanyakan adalah ayahnya, bukan ibunya. Di akhirat nanti, yang dihisab mengenai anaknya adalah ayah, bukan ibu. Jadi, jika anak tidak baik dan tidak beriman, ayahnya pun akan dimintai pertanggungjawaban. Namun, jika anaknya shaleh dan beriman, ayahnya dapat merasakan kenikmatan di akhirat berkat doa anak-anaknya walaupun ibadah ayahnya biasa saja.
3 Hak anak yang harus dipenuhi oleh ayahnya
- Ibu yang baik
- Nama yang baik
- Pengajaran adab dan Al-qur'an
Jika sikap anak tidak baik, harus ditinjau lagi, hak manakah yang belum dipenuhi oleh ayahnya. Orangtua durhaka adalah orangtua yang tidak memberikan hak anaknya waktu kecil. Ibu adalah madrasah pertama anak dan ayah adalah kepala sekolahnya. Tugas kepala sekolah adalah:
- Menentukan visi misi pendidikan anaknya
- Mengontrol serta mengevaluasi perkembangan anaknya (Lihat Q.S. Ibrahim: 35-37 --> apa yang harus ayah lakukan terhadap anaknya)
Peran ayah ada 4
1. Peran sosial
2. Peran emosional
3. Peran akademis
4. Peran entertain
Permasalahan anak dapat muncul karena konflik ayah dan ibu. Oleh karena itu jaga selalu hubungan baik antara ayah dan ibu
Usia 0-15 tahun adalah masa pembentukan karakter anak sehingga harus diolah dengan sebaik dan semaksimal mungkin
*Q&A
1. Bagaimanakah peran seorang kakak kepada adiknya jika dalam keluarga tidak ada sosok ayah?
- Apapun yang terjadi, tetap tekankan pada diri sendiri dan adik-adik bahwa harus tetap berlaku baik pada ayah, walaupun ayah tidak berlaku baik pada anak-anaknya. Hal itu karena berbuat baik kepada orangtua adalah kewajiban seorang anak yang ditentukan oleh Allah Swt.
- Selain itu, kakak harus menggantikan keempat peran ayah terhadap adiknya , yaitu peran sosial, emosional, akademis, dan entertain
2. Bagaimanakah membuat anak respect kepada ayah tanpa menciptakan jarak dalam hubungan keduanya?
- Bangunlah kedekatan dan munculkan perasaan "dihargai" pada diri anak. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan anak pada keputusan yang akan diambil, ajak anak bermusyawarah/berdialog, tanyakan pendapat anak. Dengan adanya keterlibatan mereka dalam pengambilan suatu keputusan, anak akan merasa dihargai (Lihat Q.S. As-saffat: 102)
*Ustadz Bendri
* * * * *
Ya. begitulah isi pesannya. Sebenernya banyak yang pengen saya tanyakan dari rangkuman yang dikirim via whatsapp ini. Tapi rasanya sungkan duluan...secara dia senior dan ikhwan pula .__.
Rasanya gimanaaa gitu nanya sama ikhwan (calon ayah) hahahhahaha =__=
Tapi penasaran sama yang 17 dialog itu..dimana saja bisa ditemuinnya? Al-Luqman?
Hmm...
Anyway, pengetahuan saya bertambah lagi. Biasanya kan kajian yang saya ikuti cuma seputar wanita dan kemuslimahan lah...seru juga kalo nyimak kajian yang fokusnya membicarakan ikhwan hehe. Dan jadi nambah juga pertimbangan yang harus dipikirkan ketika memilih calon suami kelak.
#eh?
No comments:
Post a Comment