Thursday, June 13, 2013

Pada akhirnya, memaafkan :)


Bismillahirrahmanirrahim,

Memaafkan,
Akhirnya baru terasa lega
Dan beban pikiran terangkat
Setelah tiga tahun lebih..
Kupendam

* * * * *

Hah. Intro di atas sok-sok puisi segala haha. Padahal mah ga impressive deh :p

Pagi ini, saya membuka reading list blog saya. Postingan pertama yang saya lihat adalah postingan teman selama kuliah--yang sudah lulus duluan dan memiliki impian menjadi penulis ^^. Tak menampik, tulisannya semakin berkualitas dan membawa rasa sejuk di hati (*serius loh). Kata-kata baru yang saya dapat dari tulisannya yang berjudul "Kalau Dengan Ini" adalah: 



Kau Tuhan
Aku hamba
Jeda antara kita
: Bernama doa…

Duh. jadi spoiler hehe. Sila yang berminat baca postingan teman saya versi lengkapnya di sini

Oke, lanjut ke postingan kedua yang saya baca berikutnya. Cukup simple, karena berjudul "Membuka Pintu Maaf". Hanya berupa gambar kartun akhwat berjilbab yang membuka pintu, yang mana pintunya ada gantungan bertuliskan kata "Maaf". Secara literal, akhwat itu buka pintu maaf kan? hehe. Memang simple dan mengundang senyum, tapi bermakna dalam sekali..

Sesungguhnya, semudah itu membuka pintu maaf. Ya, semudah itu untuk memaafkan kesalahan orang lain.

*hening*

Ramadhan sebentar lagi..saya ga mau menyambut bulan keberkahan ini dengan hati kotor yang penuh rasa kesal. marah, benci, apalagi masih nyimpen hutang memaafkan orang lain..

* * * * *

Postingan ketiga saya baca dari blog teman SMP yang baru aja lulus bulan kemarin sebagai S.Psi. Yup, dia telah menjadi sarjana psikologi dari UNPAD :). Postingan terbarunya adalah share dari temannya juga, yang berjudul "KDP-Kekerasan Dalam Pacaran"

Daripada saya jadi spoiler artikelnya, nih yang penasaran bisa langsung baca di sini hehe (sekalian promosi blog temen ;])

Intinya, setelah baca artikel itu, saya menyadari sesuatu...bahwa apa yang saya anggap telah menyakiti hati saya saat dulu jaman pacaran (ya, saya pernah pacaran sekali -__-), ternyata GA SEBANDING sama apa yang tertulis dan dijelaskan dalam artikel itu :O

Intinya lagi juga, ternyata apa yang dulu saya rasa jahat, memang merupakan suatu fase dalam pacaran yang beresiko berujung pada KDP :O

Kesimpulannya, seharusnya saya memaklumi bahwa ada tipe orang yang berpotensi melakukan KDP..dan ada tipe korban KDP yang berpotensi merasa sanggup merubah si pelaku KDP
*haha. yeah, I was -__-

Dan resolusinya, saya sudah tak lagi bersama sang mantan. Dan lagi, saya baru saja memaafkan dia dan kembali mengajukan pertemanan dengan cara follow Twitternya. (*ups, saya tau ini bukan cara yang tepat setelah saya meng-unfollow dia secara sepihak, tapi entah kenapa keputusan ini udah saya pikirkan selama sebulan :p). Tapi toh dia yang sekarang sudah terlihat berbeda. Tentunya bukan karena saya hehe. Walaupun kita belom komunikasi lagi, setidaknya niat baik untuk meminta maaf dan memaafkan semoga saja bisa tersampaikan dengan saya yang kembali follow twitter dia.

...atau perlu saya kirim ucapan Idul Fitri nanti? haha

Yah, saat ini tetep hindari komunikasi ga perlu dulu deh. Kan ga baik smsan atau berbicara dengan lawan jenis kalau gada urusan yang penting...
Kalaupun harus ada omongan minta maaf sama dia, saya berdoa dan berharap ALLAH yang akan mengatur momen itu..




No comments:

Post a Comment