Showing posts with label fastabiqul khairat. Show all posts
Showing posts with label fastabiqul khairat. Show all posts

Monday, September 16, 2013

#Reminder Pagi Ini


Bismillahirrahmanirrahim,

#Reminder pagi ini berasal dari Facebooknya Ustadz Felix Siauw, yang saya kopasus (COpy-PASte Ubah Sedikit) hehehe.

STOP me-#modus dan di-#modus.
Harus berani bilang "inni akhafullah" (aku takut ALLAH).
Harus tega untuk STOP dan cuekin cowok yang #modus.

Begitulah. Rasa-rasanya tiga poin tersebut mau saya jadikan pegangan hidup saya :). Bismillah..jika niat sudah baik dan sesuai tuntunan agama, semoga ALLAH meridhai dan memudahkan istiqamahnya niatan baik ini. Aamiin..


Sunday, July 21, 2013

Biasanya Kajian Kemuslimahan...kali ini melihat peran Ayah


Bismillahirrahmanirrahim,

Pagi ini, grup whatsapp berdering tanda pesan masuk. Dan pas dibuka, ternyata dari senior yang ngirim catetan/ringkasan dari Kajian Ramadhan Masjid UI, 11 Ramadhan 1434 H (berarti 20 Juli ya?)

Berikut rangkuman yang dia kirim:

* * * * *

Peran Ayah dalam Pembentukan Karakter Anak

Generasi terdahulu, yaitu generasi zaman Rasulullah, merupakan generasi terbaik karena memiliki kematangan mental melebihi kematangan biologisnya. Oleh karena itu, buat dan doronglah anak agar memiliki prestasi luar biasa walaupun usianya masih muda.

*Agar anak memiliki karakter tangguh

1. Memiliki pengasuh yang lengkap, yaitu ayah dan ibu (hadirkan sosok ayah dan ibu dalam jiwa anak)
2. Beri pengajaran dan perhatian "habis-habisan" di usia dini, ciptakan ikatan emosional antara anak dan orangtua
3. Ajarkan iman sebelum Al-qur'an
4. Libatkan lingkungan terdekat dalam pengajaran anak
5. Pengajaran berbasis hands on minds on (jangan hanya mengajarkan teori, tapi juga praktiknya)
6. Komunikasi yang patut

Dalam keluarga, ayah bukan hanya pencari nafkah dan pemberi izin ketika menikah, tetapi juga harus menjadi pendidik anak-anak, apalagi saat usia anak berada pada usia emas.

Ayah harus terlibat dalam pengasuhan anak, bukan hanya ibu karena dari ayahlah anak belajar:
- berani
- tanggung jawab
- realistis
- mudah bergaul dengan dunia luar

Sedangkan dari ibu, anak belajar kepekaan rasa.

Jika perhatian dan kepedulian ayah kurang, anak dapat mengalami Father Hunger, yaitu kerusakan psikologis anak-anak yang tidak mengenal ayahnya. Akibatnya, anak mengalami berbagai macam dampak negatif, dari segi sikap sampai pemikiran.

*Islam memandang peran ayah dalam pendidikan.

Hal itu terlihat dari beberapa hal:
- Q.S. At-tahrim: 6, menyatakan tanggung jawab pendidikan anak ada di ayah.
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"

- Dalam Al-qur'an terdapat 17 dialog yang mengajarkan mengenai pengasuhan anak yang terdiri atas 14 dialog ayah + anak, 2 dialog ibu + anak, 1 dialog guru + murid. Itu menunjukkan peran ayah dalam pengajaran anak-anaknya melebihi ibu dan guru.

- Dari sisi sirah (sejarah) menunjukkan bahwa pendidikan Rasulullah dibina oleh kakek dan pamannya (sosok ayah)

- Tokoh-tokoh besar lahir dari adanya keterlibatan ayah. Dengan demikian, sosok ayah adalah sosok yang sangat krusial dalam perkembangan anak. Harus ada sosok ayah (laki-laki) dalam pengasuhan anak (itu penting!)

Kerusakan pada anak-anak penyebab utamanya adalah AYAH. Jadi, jika anak tidak baik, yang dipertanyakan adalah ayahnya, bukan ibunya. Di akhirat nanti, yang dihisab mengenai anaknya adalah ayah, bukan ibu. Jadi, jika anak tidak baik dan tidak beriman, ayahnya pun akan dimintai pertanggungjawaban. Namun, jika anaknya shaleh dan beriman, ayahnya dapat merasakan kenikmatan di akhirat berkat doa anak-anaknya walaupun ibadah ayahnya biasa saja.

3 Hak anak yang harus dipenuhi oleh ayahnya
- Ibu yang baik
- Nama yang baik
- Pengajaran adab dan Al-qur'an

Jika sikap anak tidak baik, harus ditinjau lagi, hak manakah yang belum dipenuhi oleh ayahnya. Orangtua durhaka adalah orangtua yang tidak memberikan hak anaknya waktu kecil. Ibu adalah madrasah pertama anak dan ayah adalah kepala sekolahnya. Tugas kepala sekolah adalah:
- Menentukan visi misi pendidikan anaknya
- Mengontrol serta mengevaluasi perkembangan anaknya (Lihat Q.S. Ibrahim: 35-37 --> apa yang harus ayah lakukan terhadap anaknya)

Peran ayah ada 4

1. Peran sosial
2. Peran emosional
3. Peran akademis
4. Peran entertain

Permasalahan anak dapat muncul karena konflik ayah dan ibu. Oleh karena itu jaga selalu hubungan baik antara ayah dan ibu

Usia 0-15 tahun adalah masa pembentukan karakter anak sehingga harus diolah dengan sebaik dan semaksimal mungkin

*Q&A

1. Bagaimanakah peran seorang kakak kepada adiknya jika dalam keluarga tidak ada sosok ayah?
- Apapun yang terjadi, tetap tekankan pada diri sendiri dan adik-adik bahwa harus tetap berlaku baik pada ayah, walaupun ayah tidak berlaku baik pada anak-anaknya. Hal itu karena berbuat baik kepada orangtua adalah kewajiban seorang anak yang ditentukan oleh Allah Swt.
- Selain itu, kakak harus menggantikan keempat peran ayah terhadap adiknya , yaitu peran sosial, emosional, akademis, dan entertain

2. Bagaimanakah membuat anak respect kepada ayah tanpa menciptakan jarak dalam hubungan keduanya?
- Bangunlah kedekatan dan munculkan perasaan "dihargai" pada diri anak. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan anak pada keputusan yang akan diambil, ajak anak bermusyawarah/berdialog, tanyakan pendapat anak. Dengan adanya keterlibatan mereka dalam pengambilan suatu keputusan, anak akan merasa dihargai (Lihat Q.S. As-saffat: 102)

*Ustadz Bendri


* * * * *

Ya. begitulah isi pesannya. Sebenernya banyak yang pengen saya tanyakan dari rangkuman yang dikirim via whatsapp ini. Tapi rasanya sungkan duluan...secara dia senior dan ikhwan pula .__.
Rasanya gimanaaa gitu nanya sama ikhwan (calon ayah) hahahhahaha =__=

Tapi penasaran sama yang 17 dialog itu..dimana saja bisa ditemuinnya? Al-Luqman?

Hmm...

Anyway, pengetahuan saya bertambah lagi. Biasanya kan kajian yang saya ikuti cuma seputar wanita dan kemuslimahan lah...seru juga kalo nyimak kajian yang fokusnya membicarakan ikhwan hehe. Dan jadi nambah juga pertimbangan yang harus dipikirkan ketika memilih calon suami kelak.

#eh?


Monday, July 15, 2013

5 Menit dari Nouman Ali Khan


Bismillahirrahmanirrahim,

Kali ini saya mau bahas awal mula saya mengetahui tentang Ustadz Nouman Ali Khan (yang entah kenapa ada di channel Youtubenya Halal Sheikh)--Sheikh atau Ustadz ya jadinya?

Waktu itu saya lagi browsing Youtube, lupa lagi liat apaan. Yang jelas, saya lagi liatin video K-Pop waktu itu (iya, saya pecinta K-pop. Sebelum nonton video Ustadz Nouman). Dan tiba-tiba di suggestion list di sebelah kanan laman youtube, ada video berjudul "I was forced to watch Justin Bieber Documentary"

Didorong rasa penasaran dan rasa ga suka saya sama Justin Bieber, saya klik lah video itu.

Ritual saya kalau klik video youtube adalah, biarkan jalan 1-2 detik, trus di pause sambil nunggu bufferingnya lumayan banyak. Saat itu, ketika saya pause videonya, saya paham bahwa ternyata isinya tentang seorang ustadz bernama Nouman Ali Khan yang lagi berdakwah.

Loh? Kok? Jadi si pendakwah ini dipaksa nonton video Justin Bieber? Sama siapa? Kok? Terus gimana?

Karena udah kepalang tanggung dan penasaran--udah beneran penasaran saat itu haha--, ya udah begitu bufferingnya lumayan banyak, saya tonton aja videonya..

* * *

Video dimulai dengan Ustadz Nouman Ali Khan berkata:

"Allah said something"

Wah. saya langsung terpana saat itu. powerful banget pembukaannya.

* * *

Dikarenakan videonya ga ada subtitlenya, maka berikut ini transkrip yang saya coba tuliskan dari video berdurasi 5 menit (yang ternyata cuma potongan doang, ga full movie T__T) dari tausiyah Ustadz Nouman. Saya tambahin sedikit perubahan di tanda baca biar lebih enak flow kalimatnya hhe :p. Sohere it is:

*kalo baca transkrip ini sambil dengerin videonya, saya minta maaf kalo ada kata-kata yang aneh atau ga sesuai*




"Allah said something. Allah said something. And our children, children sitting in a santri's school, in a Masjid, in the house of Allah, no matter how badly you want them to believe that, they don't. They're just saying it 'cause you wanna hear it. They're just saying it 'cause you wanna. That's the crisis of faith. That's a huge crisis. We have to understand how to address that crisis. All the other problems we have for our youth, and if you want to make a list of those and have programs about those: how facebook is a fitnah, how youtube is a fitnah, how the internet is a fitnah, how stepping of  outside--outside of your house is a fitnah, how highschool is a fitnah, how the mall is a fitnah, how your friends are a fitnah, how your college is a fitnah, how your cellphone is a..I mean, good--goodness, gracious. Axiom is the fitnah at that point (audience laugh) Right? You just keep..the list keeps going. I am saying, that list is super foolish. I'm arguing that stuff is fluff. We have to look underneath that fluff, and look at what the real problem is: the real problem is the crisis of faith. We need to understand the problem, and the problem is: our youth are not confident, not proud, not in love with Islam. They're not confident in the Qur'an. They're not confident that the messenger of Allah, Shalallahu 'alaihi wa sallam is the absolute best role model. No one deserve to be loved more. No one deserved to be followed more. No one.

My third story, part of crisis of faith. I was a..I--I mention this story at the ICNA convention too. When flying to the ICNA convention, I usually take my whole family, all twenty eight of them. I have six children, I lose count sometimes. But anyway, so we're--we're flying together. My kids were little. So you know they're short so they can't really see over the seat in a plane. So they're little girl. They're..They're sitting there, and uh..My wife and I were taller so we can see the TV screen when it drops. Right? So there's a movie playing. We don't want to see it but it's in your face right here. And it--and, of course alhamdulillah we don't have headphones so it's a silent film at that point. And it was the Justin Bieber Documentary (audience laugh). Yeah. Imagine that. Well, thankfully it was a silent film right? So, um, move forward they said. And also license plate number..I'm kidding, i'm kidding. Okay just move forward as much as you can. Thanks for moving. I really appreciate that. Not all at once, please calm down. Okay. Yeah the space is in the front, please, take 'em.
(*note: pada poin ini, audiens ada yang pindah duduk ke depan, mendekati ustadz. Jadi Ustadz sedikit bercanda)

Okay. So, those documentary that is playing, I'm trying to avoid looking at it. But I can't help my self. I can't help myself because they're showing this kid, come and start singing his songs and girls in the audience are crying. Like, you can tell they're just like "We love you so much, I'll die for you" and, mothers bringing their daughters to concerts. And then somebody's handed a voucher that says you get to meet him backstage. You should see the family. How they jumping up and down in joy, and in the course of that video I was like "oh man..this..how these people have nothing to look up to." That's all they have to look up to. They're so happy at this. They're so happy at this. How sad a life can it be?

And next clip, there's a Muslim girl, she's--she's wearing a hijab. She's handed a voucher, "you're gonna get to meet Justin Bieber" . And she's going around a tree, hugging it and going crazy. And she's not the only muslim girl that would do that. She's not. Don't say "astaghfirullah what kind of muslim!" hahaha that's the average muslim girl. (audience laugh) That's normal. Okay? 

So now we have a crisis not just of faith, but some of the fruits of faith. What are some of the fruits of faith? The faith itself is you're convinced Islam is true, right? That's faith itself:  you're convinced Islam is true. But beyond that, a step above that, is, you take pride in it. And the consequences of that is: everything that is not Islam, no longer appeals to you. Everything that contradicts Islam, you've..you don't..not only are you not attracted to it, you feel sad for people who are. You look at it as something beneath you"

* * * * *

Jreng. Dan video terpotong disitu, dan ada link yang bisa dituju kalau mau liat versi full nya. Saya sih ga mau bahas videonya secara utuh di sini, cuma mau jelasin beberapa poin penting dari video berdurasi 5 menit itu yang bikin saya sadar dan ga begitu tertarik K-Pop lagi.

1. Terkadang kita sebagai umat muslim sering ngerasa ga pede, ga bangga, dan ga sepenuhnya cinta dengan agama Islam :(. Ga berani ngaku dan bersuara lantang berkata di depan orang, "Saya bangga menjadi muslim", ga berani karena kurang tau apa yang harus dibanggakan dalam diri ini terkait pemahaman tentang Islam :(. Kadang ngerasa ga pede baca Qur'an di tempat umum, takut diliatin, dianggap aneh, dan dianggap riya dll. Padahal insya ALLAH ga terbersit niatan riya kan. Udah gitu--saya mau sedikit curcol nih--dulu saya mengidolakan artis-artis korea. Kenapa ga mengidolakan Rasulullah? Apa karena saya ga mengenal dan ga melihat langsung sosok beliau sehingga ga pede untuk menjadikan beliau sebagai idola, panutan, contoh, dan suri tauladan? Padahal, sebagaimana dijelasin sama Ustadz Nouman Ali Khan, Rasulullah adalah role model yang absolut dan terbaik. Ga ada yang pantas untuk dicintai selain beliau. Ga ada yang pantas untuk diidolakan selain beliau. Ga ada satupun. Dari poin ini, saya jadi ingin belajar lebih dalam lagi untuk mengenal Rasulullah.

2. Ustadz Nouman Ali Khan secara implisit menyindir kaum muslimah. Rata-rata kaum muslimah dikatakan normal dan udah biasa kalo ampe jejingkrakan ngeliat idolanya. Astaghfirullah..saya pas denger perkataan Ustadz pertama kali itu langsung nusuk loh :((. Makanya ga lama abis denger Ustadznya, saya langsung ngapusin semua file lagu-lagu korea dan unsubscribe channel youtube artis-artis itu. Sekarang malah udah sampai tahap untuk memaksa diri agar ga terlalu sering denger lagu mereka. Saya ga mau jadi muslimah yang berlebihan..ngerasa seneng cuma gara-gara liat artis favorit lagi senyum, ketawa, nyanyi, dll huuu T__T. Saya mau membiasakan diri untuk tidak mendengar, tidak tertarik, dan tidak mendendangkan lagu K-Pop. Bismillah :)

3. Krisis keyakinan pada agama Islam. Kita udah haqqul yakin bahwa Islam adalah agama yang benar; yang lurus. Tapi apakah kita--saya--bangga dengan kebenaran dan kelurusan agama Islam? Dikatakan oleh Ustadz Nouman Ali Khan (saya ga tau panggilannya apa jadi nulis nama lengkap dia terus) bahwa konsekuensi meyakini dan mengaku bangga terhadap Islam adalah: semua yang tidak sesuai agama Islam tidak akan membuat kita tertarik mengikuti/melakukannya. Setiap hal yang bertentangan dengan Islam tidak akan membuat kita tertarik mengikuti/melakukannya, justru malah membuat kita bersedih melihat orang-orang lain yang tertarik melakukannya. Harusnya hal-hal yang bertentangan dan ga sesuai dengan Islam itu ga usah dilakukan dan jangan sampai tertarik melakukannya. Dalam contoh kasus saya--curcol lagi ya--itu terealisasi dalam K-Pop, Hijab fashion, Karaoke, dan makanan tanpa logo halal (kayak sushi). Duh..itu godaannya berat.

Kalau K-Pop, sekarang saya udah ga begitu tertarik karena berdasarkan pengalaman saya sendiri. Memori laptop penuh cuma untuk nyimpenin file K-Pop. Buang waktu bermenit-menit (bahkan berjam-jam) cuma untuk liatin video K-Pop. Cape deh -__-

Alhamdulillah, ada nasihat yang bikin saya tertohok dan makin yakin untuk ninggalin K-Pop. Ini nih nasihatnya :)


Selanjutnya, Hijab fashion. Saya kadang merasa tergoda untuk pake hijab di model-modelin...tapi kemudian teringat bahwa kita harus sederhana dan ga tabarruj. Dan saya kadang sedih kalo ngeliat muslimah yang masih berjilbab punuk unta. Gimana caranya saya ngasih tau mereka ya??

Kemudian, karaoke. Dulu saya suka banget pergi karaoke. Sekarang rasanya pengen ngurangin dan kalau bisa ga ke karaoke lagi. Pernah baca (lupa baca dimana tapi) bahwa sebaiknya kita jangan berada di tempat yang bisa mengundang prasangka buruk orang lain. Karaoke identik sebagai tempat nyanyi-nyanyi dan senang-senang...yang kadang memiliki kesan negatif buat beberapa orang (termasuk orang tua saya). Jadi, kalau saya masih suka karaokean, saya khawatir akan timbul prasangka buruk terhadap saya yang berjilbab. Malah bisa diragukan nanti akhlak saya gimana. Walau kadang hasrat untuk karaoke timbul, tapi semoga saya masih bisa--harus bisa--tahan untuk ga mendatangi tempat-tempat ini. Aamiin.

Terakhir, makanan tanpa logo halal. Akhir-akhir ini saya makin concern sama makanan--terutama restoran--yang belum berlogo halal. Khawatir..takut..klo ternyata makanan yang kita makan udah jelas ga halal tapi kita tetep makan disana. Saya kepikiran hadis-hadis yang bilang kalo makanan haram bisa mempersulit terkabulnya do'a. Apalagi yang katanya amalannya tertolak 40 hari kalo makan makanan haram :(. Walaupun katanya kalau ragu-ragu (ga yakin 100% haram, kayak jajanan kantin?), dengan mengucap bismillah sebelum makan itu bisa menggugurkan status haramnya? Bener ga sih?

*Huuftt..ilmu agamanya lemah deh saya ini T__T

Well..in conclusion, saya bersyukur pernah liat video dari Ustadz Nouman Ali Khan ini. Semoga ke depannya saya bisa meneladani Rasulullah dan mempelajari, memahami, serta mengamalkan Islam secara keseluruhan selama hidup di dunia. Aamiin

***

"everything that is not Islam, no longer appeals to you"
:)



Sunday, July 14, 2013

Pranikah, Jodoh-jodohan


Bismillahirrahmanirrahim,

Akhir-akhir ini, saya sering bertanya-tanya sendiri.

Kenapa seminar pranikah, jodoh-jodohan (jangan diartikan sebagai jodoh bohongan ya, maksudnya seminar tentang jodoh) dan cinta, jadi banyak gini sih bertebaran dimana-mana?

Kenapa saya bilang gitu?

Ya..liat aja..
- 13 Juli 2013, seminar pranikah di Mesjid UI | (udah lewat haha)
- 14 Juli 2013, kajian muslimah "mencari cinta ALLAH" | (hari ini ga bisa dateng. ada syuro)
- 17 Juli 2013, pengajian Hijabers UI dengan tema "Jodoh, dipilih atau memilih?" | (count me in! :D)
- 31 Agustus 2013, seminar "Akulah jodoh sejatimu" di SMESCO | (ga tau lokasi. dan mahal Rp 300,000 :p)

Belum lagi event-event seminar/kajian di bulan sebelum-sebelumnya yang udah lewat..

Hmm..

Apa ini menandakan bahwa semakin banyak orang yang sadar bahwa jodoh itu harus dipertimbangkan dengan baik untuk dipilih/ketika memilih? bahwa menikah itu harus memiliki bekal dan ga sekedar cinta semata? dan cinta juga harus sesuai syariat Islam?

* * * * *

Well, terlepas dari bahasan pada intro di atas, saya mau cerita sedikit tentang seminar pranikah di Mesjid UI yang saya hadiri kemarin, 13 Juli 2013.

.....

Sebelunya, saya mau jelasin tiga poin dulu:

Pertama, saya dateng telat. Seminar dimulai jam 09:00 tapi saya dateng jam 10:32 karena satu dan lain hal (bukan. bukan karena males mandi dan telat berangkat dari rumah).

Kedua, slide seminarnya ga begitu keliatan karena saya dapet duduknya di belakang (rame loh akhwatnya!)

Ketiga, catetan yang berhasil saya tulis di binder hanya secimit hahahhaha. 

Dan inilah yang berhasil saya catat di seminar itu ;)

* * *

Bagaimana Islam memandang Pernikahan

Pas saya dateng, pemateri (ustadzah Dewi Yulia dari Yayasan Buah Hati, Depok) lagi bahas ini. Dan beliau menjelaskan bahwa Islam memandang pernikahan sebagai:

1. Realisasi taklif (syarat dibebankannya perintah, yaitu ketika akil-baligh) dari ALLAH, sebagaimana tercantum dalam Q.S. Asy-syu'ara: 132 yang berbunyi "dan bertakwalah kepada ALLAH yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui". Maksudnya, ketika kita sudah baligh, kita sudah wajib menaati perintah ALLAH. Termasuk menjadikan pernikahan sebagai realisasi bentuk penghambaan kepada perintah ALLAH, bukan dengan tujuan lain.

2. Langkah konkret penanaman rasa tanggung jawab. Kalau sudah menikah, pasti jadi ajang latihan bertanggung jawab. Suami bertanggung jawab terhadap istri, istri bertanggung jawab terhadap suami. Kalau udah ada anak, jadi nambah tanggung jawab terhadap anak, dll dst dsb hehe ;)

3. Langkah utama pembentukan masyarakat muslim. Dalam keluarga, ditanamkan karakter muslim. Berawal dari sesuatu yang kecil (keluarga setelah kita menikah) dan berlanjut hingga usia pernikahan dan anak-anak sudah dewasa. Kalau semua keluarga seperti ini, bukan tidak mungkin tercipta masyarakat muslim yang tangguh :D

Itulah tiga poin penting tentang bagaimana Islam memandang pernikahan. Lalu, materi berlanjut tapi saya lagi agak skip jadi ga ngeh deh huuu T__T. Yang bikin saya balik fokus ke materi adalah ucapan ustadzahnya yang berkata "Anak akan bahagia bila ibu bahagia. Bagaimana mungkin anak akan tumbuh bahagia jika ibunya tidak bahagia?"

Jeng jeng! :O

Yang masih suka galau berlarut-larut (kayak saya misalnya .__.) yuk ah kita ubah sifat itu. Buat diri kita positif biar anak kita nanti tumbuh dengan karakter positif dan bahagia dengan limpahan senyum, kasih sayang, dan aura positif yang kita berikan dan tanamkan :D

Tujuan Pernikahan

1. Watawa shoubil haqqi (saling mengingatkan dalam kebenaran demi mendapat ridha ALLAH)
2. Watawa shoubis shabri (saling mengingatkan dalam kesabaran)
3. Watawa shoubil marhamah (mengingatkan untuk saling menyayangi. Tersurat dalam Q.S. Ar-rum: 21, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir"
4. Keturunan
5. Membentuk masyarakat kecil

Relasi dalam Pernikahan

1. Pasangan
2. Mertua
3. Kakak dan adik ipar
4. Nenek-kakek
5. Anak
*kalo kata ustadzahnya, selain doa untuk mendapat pasangan yang baik, doa dan minta sama ALLAH untuk keluarga mertua yang baik hihihi ;p

Kriteria Dikatakan Siap Menikah?

Kamu dikatakan siap menikah jika:
1. Siap berkomitmen (kalau ga siap, ngapain buru-buru nikah?)
2. Kesediaan memiliki tanggung jawab (biar ga nyerah ketika menjalani bahtera rumah tangga)
3. Memiliki alasan positif untuk menikah (mengharap ridha ALLAH atau karena alasan lainnya?)
4. Siap untuk TIDAK BERGANTUNG PADA ORANG TUA (Nah..waini hehhehe ;D)

Modal yang Harus ada

Duit.


*krik krik*

Bukanlah hehehe. Yang bener, modal yang harus kita siapkan ada dalam diri kita, yaitu:
1. Bekal rohani dan iman
2. Bekal fisik dan amal
3. Bekal ilmu dan metode (maksudnya bekal ilmu dan metode yang tepat untuk mengenali sifat pasangan/keluarga mertua/anak dan cara mengatasi sifat mereka kalo lagi "ngambek")
4. Bekal perilaku dan akhlak
5. Tadhiyah (kesiapan untuk berkorban)

Macam-macam Pasangan

1. Qurrota A'yun (pasangan sebagai penyejuk jiwa dan penyenang hati)
2. Ziinatal hayaatad dunya (pasangan sebagai perhiasan dunia)
3. Fitnah (pasangan sebagai fitnah atau cobaan)
4. Musuh (pasangan sebagai musuh, dalam artian menjadi musuh)

* * *

Iya, segitu aja catetan yang berhasil saya abadikan hehe ;p

Kemudian, dilanjut dengan sesi tanya jawab. Menurut saya, sesi tanya jawab ini ga perlu dibagi di postingan ini ya hehe. Walaupun ada satu penjelasan yang saya suka dari pemateri pertama (Ustadz Arsalsjah) ketika menjawab satu pertanyaan. Berikut cuplikan penjelasannya...

"Lelaki baik untuk wanita yang baik, dan wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Pernyataan itu adalah suatu keniscayaan. Tetapi kita lihat contohnya dalam Qur'an, lelaki baik dengan istri yang tidak baik adalah Nabi Nuh a.s., dan wanita baik dengan lelaki yang tidak baik adalah Asyiah yang bersuamikan Fir'aun. Karenanya, jika pengecualian akan keniscayaan itu terjadi, maka bisa jadi ketika mendapat pasangan yang kurang baik, itu adalah bentuk ujian dari ALLAH. Atau cara ALLAH untuk membalas dosa dan apa-apa perbuatan buruk yang kita lakukan. Atau mungkin itu cara ALLAH dalam menyediakan jalan kita ke syurga. Yang jelas, yang harus kita jadikan panutan adalah Rasulullah, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah berakhlak mulia, dan kita lihat istri-istrinya tidak ada yang berperangai buruk"

*kurang lebih begitulah penjelasannya. Redaksi kata-katanya ga sama persis sama Ustadz Asalsjah, tapi ini yang saya inget hehehe.

"Tidak ada takdir sebelum terjadi. Mungkin sudah dituliskan dalam lauhul mahfuz, tetapi belum menjadi putusan"

*Hmm..mungkin itu sebabnya ada hadis yang berkata "Do'a dapat mengubah takdir". Makanya sedekah bisa menjauhkan perkara buruk. Silaturahim dapat memperpanjang umur. Itu karena tidak ada takdir sebelum terjadi. Kalau belum terjadi, maka bukan takdir kita. Semua yang terjadi pada kita, itu pilihan kita, takdir kita yang kita pilih dan mau.

Terakhir, closing dari Ustadz Arsalsjah:

"Lelaki yang menunda menikah padahal ia sudah siap, maka ada dua kemungkinan. Satu, ia pengecut. Dua, ia gemar bermaksiat"

*Ng...bgitu ya.. (-'^')a

* * * * *

Oke, sekian sharing tentang seminar pranikahnya hehe. Untuk menutup postingan kali ini, saya mau kasih satu link ke postingan senior saya. Disitu ada dialog anekdot senior saya dengan temannya tentang cari jodoh. Yang penasaran kayak apa dialognya, bisa dibaca di sini :)


Monday, July 8, 2013

Teman yang Baik


Bismillahirrahmanirrahim,

Oke, dalam postingan kali ini, ijinkan saya mengutip kata-kata dari postingan salah satu sahabat saya yang berjudul 'Jadilah Teman yang Baik':

* * *

"Tidak maukah kita?
Menjadi pribadi yang hanya dengan mengobrol dengan kita,

seseorang ingat dengan sholatnya yang belum sempurna.
Hanya dengan bertemu kita,
seseorang ingat belum menyisihkan uangnya untuk berinfaq.
Hanya dengan menyapa kita,
seseorang ingat telah tidak ramah dengan ibunya.
Dan hanya dengan mendengar kabar tentang kita,
seseorang jadi terpacu untuk berprestasi lagi,
karena melihat kebaikan yang terpancar dari diri kita."

* * *

Kutipan tersebut sangat memacu semangat saya agar lebih baik lagi dalam berusaha menjadi teman yang baik sebagaimana dideskripsikan di atas.

[makasih ya sahabat, atas postingan barunya (-^v^-) semoga kita dan teman-teman halaqah bisa menjadi pribadi yang memancarkan kebaikan. aamiin]

Ya ALLAH..semoga bulan ramadhan tahun ini bisa menjadi bulan pembentuk habits-habits positif yang udah saya rencanakan. aamiin allahumma aamiin...


Sunday, December 16, 2012

Qur'an Menjawab Pertanyaan Manusia (copy paste)


Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
Qur'an Menjawab :
- Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2).
- Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
Qur'an Menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur'an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
Qur'an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur'an Menjawab : dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur'an Menjawab :
- Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200)
- Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (Al-Baqarah : 45)

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur'an Menjawab : Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal (At-Taubah : 129)

Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur'an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka (At-Taubah : 111)

* * *

(Sumber Tulisan oleh : Hakeem bin Zain)


Sunday, July 8, 2012

SMS Tausiyah Aa Gym (Kompilasi)


"Persoalan hidup ini tak ada yang bahaya karena semua sudah diukur oleh ALLAH yang Maha Adil. Yang bahaya adalah salah menyikapinya" (--salah menyikap persoalan hidup)


Hanya ALLAH penguasa rezeki.
"Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhankumelapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendakiNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (Q.S. 34:36)/(Q.S. Sabaa: 36)


Tafakuri ayat ini..
"Sesungguhnya ALLAH tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri"
(Q.S. 10:44)/(Q.S. Yunus:44)


"Jangan pernah lepas meminta pertolongan kepada ALLAH dalam segala hal karena hanya Dia satu-satunya yang memiliki/menggenggam segala-segalanya. Tak akan ada yang terjadi tanpa izinNya"


"...dan ingatlah akan nikmat ALLAH kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka ALLAH mempersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat ALLAH, orang-orang yang bersaudara" (Q.S. 3:103)/(Q.S. Al-Imran:103)


",,,Ingatlah, hanya dengan dzikir/mengingati ALLAH-lah hati menjadi tenteram" (Q.S. 13:28)/(Q.S. Ar-ra'd:28)
Tak akan ada ketenangan dari siapapun/apapun selain dariNya


"Diantara kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tak berguna/sia-sia baginya" (HR Tirmidzi)
Mari jauhi segala kesia-siaan.


"...Dan ALLAH Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" (Q.S. 60:3)/(Q.S. Al-Mumtahanah:3)
Sungguh tak ada tempat yang tersembunyi dari tatapanNya


"...Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan ALLAH baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa" (Q.S. 35:44)/(Q.S. Fatir:44)


"...Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada" (Q.S. 57:4)/(Q.S. Al-Hadid:4)
Selalu yakini bahwa kita tak pernah sendiri di manapun kapanpun. Selalu ada ALLAH bersama kita


Sunday, December 12, 2010

Reminder From Friend.. :')


Bismillahirrahmanirrahim...

Copy paste from Nurhikmah Zahrani.,
Terima kasih atas note nya yang inspiratif :)
walaupun bukan dari link aslinya, alhamdulillah bisa baca dari note temen saya ^^

* * * * *

SEBAGAI PENGINGAT

Pada suatu ketika, Imam Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya.

Ketika murid-muridnya sudah terkumpul, Imam Ghazali memberikan suatu pertanyaan. “Apa yang Paling DEKAT?”. Para murid ada yang menjawab keluarga, istri, sanak saudara, dan kerabat. Imam Ghazali membenarkan hal itu. “yang paling dekat adalah KEMATIAN” jawab Imam Ghazali. Dalam Al-Qur’an diterangkan bahwa setiap yang bernyawa pasti merasakan MATI. Jadi yang namanya mati sudah menjadi suatu hal yang pasti dan dekat sehingga tidak bisa ditolak lagi

Pertanyaan berikutnya “Apa yang paling JAUH?”. Para murid Imam Ghazali ada yang menjawab langit, china, negeri seberang, dsb. Imam Ghazali membenarkan hal tersebut sehingga beliau mengucapkan “yang paling jauh itu adalah MASA LALU“. Begitu banyak hal yang sudah terlewati. Dari semenjak kita lahir di dunia, hingga dewasa saat ini. Begitu banyak pula suatu kejadian dan pengalaman yang kita alami. Hal itu tidaklah mungkin akan kita rasakan kembali atau kita ulangi lagi. Maka dari itu, masa lalu merupakan sesuatu yang sangat jauh sehingga sangat sulit kita untuk gapai lagi.

Berikutnya Imam Ghazali bertanya lagi, “Apa yang paling BESAR?”. Para murid ada yang menjawab gajah, atau binatang-binatang besar lainnya. Imam Ghazali membenarkan kembali jawab para muridnya sambil mengucapkan, “yang paling besar adalah NAFSU“. Ada yang menuhankan nafsunya hingga tidak malu lagi untuk berbuat yang dikatakannya benar padahal jika diteliti lagi malah salah dan hampir dikatakan benar-benar melenceng dari kebenaran. Rasulullah SAW pernah bersabda yang intinya bahwa jihad sekarang adalah melawan hawa nafsu. Begitu besarnya hingga melawan nafsu dikatakan sebagai jihad. Dengan nafsu ini pun kita bisa melupakan Tuhan kita.

Selanjutnya Imam Ghazali memberikan pertanyaan kembali kepada murid-muridnya. “Apa yang paling BERAT?”. Ada yang menjawab Gunung, Bukit, dan lain sebagainya, “yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH“. Amanah atau tanggung jawab harus kita tunaikan sesuai dengan porsi dan kadarnya, sehingga tidak ada yang merasa terdzhalimi karena salah memperlakukan amanah. Bila tidak berhati-hati terhadap amanah yang telah diberikan, kemungkinan besar kita tidak lagi menjadi muslim yang bisa dipercaya. Apalagi amanah ini akan dipertanggungjawabkan kepada Allah nanti di Yaumul Mizan. Sehingga memegang amanah sangat berat dibanding dengan memikul gunung bila kita tidak benar-benar menunaikannya dengan pas.

“Apa yang paling RINGAN?”, tanya Imam Ghazali lagi kepada murid-muridnya. Murid-muridnya ada yang menjawab kapas, dan lain-lain. Imam Ghazali lagi-lagi membenarkan ucapan para muridnya. “yang paling ringan adalahMENINGGALKAN SHALAT“. Iya, bila kita lihat keadaan sekarang. Umat muslim di Indonesia khususnya. Kita bisa melihat fenomena Islam KTP, Islam yang tercantum di KTP saja tapi pengamalan ibadahnya tidak ada sama sekali, seperti shalat atau mengaji. Bahkan ada yang dengan mudahnya menggampangkan shalat. dan sampai-sampai banyak pula yang meninggalkan shalat. Fenomena inilah yang memang pantas kita sebut sesuatu yang ringan.

Pertanyaan terakhir yang dilontarkan Imam Ghazali untuk murid-muridnya adalah “Apa yang paling TAJAM?”. Para murid menjawab Pisau, Pedang, dan alat potong lainnya. Imam Ghazali membenarkan hal tersebut. Imam Ghazali berkata “yang paling tajam adalah LISAN“. Lisan bisa menusuk hati saudara-saudara kita, tanpa kita niati dan sadari. Lisan ini lebih tajam dari pedang, hasil tusukannya tidak dengan mudah kita obati. Bila pedang menusuk orang bisa disembuhkan dengan obat-obatan. Tapi bila hati sudah tertusuk oleh lisan, maka sangat susah dan sulit untuk diobati. Bisa diobati pun terkadang cukup lama dan masih teringat ucapan-ucapan yang menyakitkan. Untuk itu kita patut menjaga lisan ini yang lebih tajam dari pisau atau pedang.

Mari lebih bermuhasabah..

..::Dekat, Jauh, Besar, Berat, Ringan, Tajam ::..

by RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF on Friday, December 10, 2010 at 6:52pm